INILAH.COM, Jakarta - Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pada 20-22 Maret mendatang akan banyak berpengaruh secara politik. Jadi bukan pada sektor ekonomi Indonesia.
"Untuk sektor ekonomi tidak akan banyak pengaruhnya. Kalau pada politik cepat sekali dampak kunjungan tersebut," ujar Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Fauzi Ichsan kepada INILAH.COM, Minggu (7/3).
Menurutnya dampak kedatangan Obama ke Indonesia baru akan terasa dalam 6 bulan hingga satu tahun mendatang. Pasalnya membutuhkan waktunya yang tidak sedikit untuk melakukan sebuah investasi. "Para investordari Amerika juga membutuhkan waktu untuk menanamkan modalnya. kalau investor yang sudah ada di Indonesia mungkin bisa langsung menambahkan dananya," ucap Fauzi.
Dikatakannya, infrastruktur dan listrik akan menjadi pilihan bagi para investor asal Amerika. Selama ini para investor Amerika masih terfokus pada sektor minyak dan gas.
Lebih lanjut Fauzi menuturkan, kedatangan Obama segera memberikan dampak pada bidang pertahanan. Embargo senjata yang selama ini diterima oleh Indonesia dapat saja dicabut. "Kalau embargo dicabut Indonesia bisa membeli spare part senjata dan bisa memproduksinya," katanya.
Rencana kedatangan Obama dipastikan pada tanggal 20-22 Maret 2010. Sejumlah tempat seperti SD 01 Menteng akan dikunjungi presiden kulit hitam pertama di AS itu. Namun, belum ada jadwal detil yang disampaikan pihak AS. Obama awalnya juga dijadwalkan untuk mengunjungi candi Borobudur, namun rencana tersebut kemudian dibatalkan. [hid] [[indosat]]