Minggu, 27 Mei 2012 | 16:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Obama,Pengaruhi Investasi Jangka Panjang
Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Minggu, 7 Maret 2010 | 17:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dengan adanya kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan investasi untuk jangka panjang.

"Kalau untuk kedatangannya (Obama), efeknya terbatas, hanya sesaat. Itu juga kan sudah diketahui pasar sejak beberapa waktu lalu," ujar ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandhi, ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (7/3).

Namun, Eric mengatakan, tentunya pemerintah Indonesia menyiapkan proposal kerja sama ekonomi yang diharapkan memberi keuntungan bagi perekonomian dalam jangka panjang. "Apalagi dengan status AS sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia dan mengingat peranan penting para investor AS di Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, Eric mengingatkan, efektivitas perjanjian kerja sama tersebut nantinya sangat bergantung dari parapelaku usaha di kedua negara. "Dan birokrasi kedua negara," ujarnya.

Selain itu, harus diperhatikan juga kepentingan geopolitik dan geoekonomi AS karena sehubungan dengan pergeseran balance of power sistem perekonomian dunia. "Cina kini memainkan peranan global yang lebih besar di saat ekonomi AS terkena krisis. Cina secara gradual menggeser pengaruh AS di Asia Tenggara," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa kesepakatan untuk diajukan kepada pemerintah AS, yang difokuskan pada investasi. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
sofie
Senin, 8 Maret 2010 | 10:04 WIB
kenapa kita yg harus menyiapkan proposal,orang dia yg datang kok, harus nya dia yg ajukan kesepakatan dgn bangsa kita,klu rakyat boleh tau berapa keuntungan kita bila berhubungan dengan AS ?,apa yg di dapat bangsa kita? dari dulu gk ada apa2 nya,paling ngutang,kt udah kalah dari malesya dan hampir kalah dari vietnam yg baru kemeren merdeka,wong ekonomi AS saat ini jg morat marit,mereka itu duitnya habis buat perang
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.