INILAH.COM, Jakarta - Dengan adanya kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan investasi untuk jangka panjang.
"Kalau untuk kedatangannya (Obama), efeknya terbatas, hanya sesaat. Itu juga kan sudah diketahui pasar sejak beberapa waktu lalu," ujar ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandhi, ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (7/3).
Namun, Eric mengatakan, tentunya pemerintah Indonesia menyiapkan proposal kerja sama ekonomi yang diharapkan memberi keuntungan bagi perekonomian dalam jangka panjang. "Apalagi dengan status AS sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia dan mengingat peranan penting para investor AS di Indonesia," ujarnya.
Kendati demikian, Eric mengingatkan, efektivitas perjanjian kerja sama tersebut nantinya sangat bergantung dari parapelaku usaha di kedua negara. "Dan birokrasi kedua negara," ujarnya.
Selain itu, harus diperhatikan juga kepentingan geopolitik dan geoekonomi AS karena sehubungan dengan pergeseran balance of power sistem perekonomian dunia. "Cina kini memainkan peranan global yang lebih besar di saat ekonomi AS terkena krisis. Cina secara gradual menggeser pengaruh AS di Asia Tenggara," pungkasnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa kesepakatan untuk diajukan kepada pemerintah AS, yang difokuskan pada investasi. [mre/hid]