INILAH.COM, Surabaya - Sebanyak 750 ulama yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) se-Jawa Timur sepakat menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang.
Penolakan itu tertuang dalam kesepakatan yang ditandatangani ratusan ulama HTI se-Jatim yang mengikuti pertemuan 'Majelis Buhus Islamiah' di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (7/3).
"Obama itu kepala negara AS dan AS itu negara yang memerangi kaum muslim di Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan, karena itu kami tolak," kata Ketua Harian DPD I HTI Jatim Ustaz Muhammad Abu Syifa'.
Di sela-sela pertemuan ulama HTI se-Jatim itu, ia mengatakan AS adalah negara penjajah yang menghisap kekayaan negara muslim, karena itu bila Obama diterima dengan baik, maka AS akan semakin menjajah Indonesia.
"Kami menghormati sikap ulama NU dan Muhammadiyah yang menilai kedatangan Obama akan memperbaiki hubungan baik Barat dengan Islam, tapi bagi kami justru sebaliknya, karena Barat sejak dulu memang menjajah negara-negara Islam," ujarnya.
Selain penjajah, katanya, Obama datang ke Indonesia dengan membawa agenda, karena AS menganggap Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang dapat melakukan lobi-lobi dengan negara-negara muslim di Timur Tengah.
"Jadi, Obama datang untuk menutup kebengisan AS di Timur Tengah dengan menjadikan Indonesia sebagai 'kaki tangan' untuk politik luar negeri AS di Timur Tengah," ungkapnya.
Ditanya tentang bentuk sikap penolakan HTI Jatim, ia mengatakan pihaknya akan menggelar unjuk rasa penolakan di Konjen AS di Surabaya pada 14 Maret mendatang.
"Insya-Allah, aksi akan diikuti 5.000 aktivis HTI dari Surabaya dan sekitarnya, kemudian sebagian aktivis HTI dari Jatim akan ke Jakarta untuk mengikuti aksi serupa menjelang kedatangan Obama," ucapnya.
Dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan DPP HTI disebutkan hasil penelitian John Hopkins University bahwa invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 menyebabkan satu juta lebih warga sipil di Irak tewas.
HTI menilai Obama tidak mengubah kebijakan biadab di era Presiden Bush itu, bahkan rencana untuk menarik pasukan AS dari Irak hingga sekarang belum diwujudkan, namun justru akan menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan.
Menurut HTI, Obama hingga sekarang tidak sedikit pun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban tragedi Gaza setahun lalu, bahkan menyinggung peristiwa itu saja tidak pernah dilakukan, termasuk saat pidato inaugurasi (pelantikan). [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !