INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (8/3) diprediksikan menguat seiring melambungnya harga minyak mentah dunia ke level US$81,79 per barel. Long term buy BUMI! Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini dipicu faktor kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$81,79 per barel

. Lonjakan harga minyak ini dipicu pelemahan dolar AS terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro).
Menurutnya, harga minyak otomatis mendongkrak harga batubara yang saat ini berada di level US$96,43 di Newcastle. Batubara merupakan
core bisnis PT Bumi Resources.
Karena itu,
BUMI bisa menembus level
resistance Rp2.500 dan Rp2.700 pekan ini. Sedangkan
support kuatnya ada di level Rp2.350, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (7/3).
Jumat (5/3) akhir pekan lalu saham BUMI ditutup menguat Rp25 (1,05%) menjadi Rp2.400 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.375. Harga tertingginya mencapai Rp2.425 dan terendah Rp2.350. Volume transaksi mencapai 112,1 juta unit saham senilai Rp267,9 miliar dan frekuensi 3.237 kali.
Selain minyak, kenaikan harga batubara juga ditopang besarnya
demand terutama dari India. Pengaruhnya pun sangat positif bagi pergerakan saham BUMI. Pasalnya, perusahaan-perusahaan
invesment manager India memburu saham-saham di sektor energi termasuk BUMI.
Perburuan India atas saham batubara dipicu restrukturisasi pabrik-pabrik di negara itu. Mereka melakukan konversi energi dari listrik dan minyak ke batubara. Karena itu, selain faktor penguatan harga minyak, batubara berpeluang naik pesat terdorong kenaikan permintaan dari India itu, paparnya.
Investor dari India sangat agresif melakukan ekspansi di sektor batubara. Para
investment manager pun gencar melakukan akuisisi perusahaan-perusahaan di sektor batubara baik di AS maupun Afrika Selatan. Intinya,
investment manager India menjadi sentimen positif bagi saham-saham di sektor batubara, ungkapnya.
Di sisi lain, sejalan dengan koreksi dolar AS, para
hedge fund melakukan lindung nilai pada komoditas sehingga harganya juga langsung terdongkrak, timpalnya.
Market hari ini juga berpeluang melaju positif sehingga menjadi sentimen yang kondusif bagi pergerakan saham BUMI. Setelah lama pasar diwarnai faktor politik bersamaan dengan tiga bulan kinerja Pansus, saat ini pasar mulai mengabaikannya, ungkapnya.
Untuk itu, Irwan rekomendasikan
long term buy BUMI. Sebab, potensi penguatan saham produsen batubara
thermal juga dipicu
road show perseroan ke AS, Eropa, dan Jepang yang menstimulasi asing melakukan pembelian di saham ini. Saya targetkan Rp3.200 hingga akhir Maret ini, pungkasnya.