INILAH.COM, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Senin (8/3) Rupiah dibuka pada level 9.215 atau menguat 50 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 9.265.
Senior ekonom Bank Mandiri Moch. Doddy mengatakan, rupiah pagi menguat didukung data tenaga kerja Amerika Serikat yang menurun dri 9,7 menjadi 9,8.Hal ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar.
Selain itu, pelaku pasar melihat kebijakan fiskal Yunani akan kredibel lewat program pemotongan defisit fiskal Yunani sebesar US$6,5 miliar. Meskipun Kanselir Jerman hanya membantu Yunani dalam bentuk teknikal tanpa pendanaan. "Pelaku pasar optimis dengan kebijakan fiskal Yunani," ujar Doddy saat dihubungi INILAH.COM, Senin (8/3).
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini permintaan dolar AS dikurangi sehingga mata uang global menguat terhadap dolar AS termasuk rupiah. Kebijakan moneter di Asia yang menaikkan suku bunga acuan juga menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di emerging market Asia dibandingkan di Amerika Serikat. "Pelaku pasar mulai menjual dolar AS sehingga rupiah menguat," kata Doddy.
Sedangkan faktor dalam negeri belum terlalu mempengaruhi rupiah. Doddy meramal, rupiah hari ini akan bergerak di level 9.180-9.250. [san/cms] [[indosat]]