inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Saham ASII Melesat

Pendapatan Astra Berpotensi Naik

Headline
istimewa
Oleh:
Senin, 8 Maret 2010 | 11:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan PT Astra International Tbk (ASII) pada kuartal-2 2010 dipastikan akan melesat dipicu pendapatan PT United Tractor Tbk (UNTR) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

"Astra memiliki beberapa subsidiary (anak usaha) seperti UNTR dan Astra Agro uang bgaus," ujar Jhonson Nasrial, analis AM Capital kepada INILAH.COM, Senin (8/3).

Khusus untuk Astra Agro, ekspor kelapa sawit yang akan mengalami pertumbuhan luar biasa tahun ini akan memacu pendapatan di kuartal 2-2010. Hal ini dipicu melonjaknya permintaan minyak nabati dunia tahun ini. Pertumbuhan ekspor kelapa sawit diperkirakan akan mencapai 7% tahun ini dibanding tahun 2009.

Di sisi lain, kontribusi pendapatan UNTR ke ASII juga diperkirakan akan naik pesat. Adapun UNTR mengkontribusikan 30% pendapatan ke ASII. Hal ini dipicu prekiraan naiknya permintaan batubara dari China. Di tahun 2008 saja, produksi batubara China mencapai 2,8 miliar ton, sedang konsumsi dalam negeri 2,85 miliar ton. Artinya ada kekurangan 50 juta ton.

Diperkirakan untuk 5-6 tahun ke depan, penggunaan batubara di China ini akan naik luar biada mengingat adanya permintaan yang besar dari sektor industri dan private. "Nah, dengan adanya kenaikan permintaan ini, permintaan terhadap alat-alat berat otomatis juga akan meningkat," tuturnya.

Dengan melihat peluang tersebut, menurut Jhonson, net profit ASII dalam medium term juga akan melasat. "Dengan demikian peluang dividen yang akan dibagikan juga akan semakin besar," tukasnya.

Belum lagi dari Astranya sendiri. Saat ini saja telah terjadi kekurangan stok untuk mobil Avansa di Jawa Barat. Melihat kondisi tersebut, cukup indikator untuk mengatakan prospek permintaan mobil kelas menengah ini ke depan cukup bagus.

Saham ASII siang ini terdongkrak 4,21% atau Rp1.550 ke harga Rp38.350 per saham. Volume perdagangannya tercatat sebanyak 7.821 saham dengan transaksi senilai Rp148,12 miliar dengan 747 kali transaksi. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.