INILAH.COM, Jakarta - Transaksi harian perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedikit pengaruh terkait masalah politik seperti hasil sidang paripurna Pansus Century.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito mengatakan, transaksi perdagangan harian saham terjadi koreksi pada Februari tapi masih searah dengan indeks saham global. Menurutnya, polemik politik yang berlangsung tidak menguntungkan bagi semua pihak karena semua energi dicurahkan pada century. "Investor lokal dari waktu ke waktu ikut mengikuti arah perkembangan politik berdampak terhadap pemerintahan. Sehingga sedikit banyak semakin berlarut-larut," kata Eddy, Senin (8/3).
Lebih lanjut ia mengatakan, dari sisi transaksi ada pengaruhnya karena sentimen lokal bila dibandingkan tahun lalu. Eddy berharap, penyelesaian kasus Century bisa cepat selesai agar pasar kembali bergerak. Hal ini dikarenakan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bagus tahun ini. "Kita punya momentum yang bagus, dan jangan terbenam permainan politik," ujarnya.
Eddy menambahkan, pihaknya belum akan merevisi target transaksi perdagangan harian BEI karena masih terlalu dini.
Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong mengatakan, transaksi perdagangan harian saham BEI masih searah dengan indeks dengan nilai Rp2.000 triliun. Yiong mengatakan, pengaruh Century terhadap pasar modal tunggu hingga pansus Century selesai. [hid] [[indosat]]