Minggu, 27 Mei 2012 | 16:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PT Pertamina
Evolusi Pasca-Transformasi
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Makarius Paru
web - Senin, 8 Maret 2010 | 12:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta Sudah banyak kemajuan yang diraih Pertamina pasca-transformasi.Namun masih banyak tugas yang harus diselesaikan menuju cita-cita sebagai world class company
Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Golkar, Satya W Yudha mengakui sudah banyak kemajuan yang dilakukan PT Pertamina pasca-transformasi. Namun itu belum selesai karena masih banyak tugas berat belum rampung teutama di sektor bisnis pengolahan (kilang minyak).
Pasca-transformasi sudah banyak kemajuan Pertamina baik di hulu maupun hilir, serta efiensi. Tetapi itu semua belum cukup. Kebakaran kilang pengolahan BBM, Depo penampung BBM masih saja terjadi. Ini adalah tugas berat yang harus segera diselesaikan, kata Satya ketika dihubungi INILAH.COM, Jakarta, kemarin.
Satya melanjutkan, evolusi lain yang patut diapresiasi adalah sepanjang 2009, Pertamina satu-satunya perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama Migas yang berhasil mempertahankan produksi migas.
Produksi minyak Pertamina EP pada 2009 mencapai 131 ribu barel per hari (bph), meningkat dari target 125,5 ribu bph, padahal sebagian besar KKKS lainnya alami penurunan produksi.
Apalagi di bisnis hulu, dengan dibentuknya Direktur Perencanaan Investasi dan Managemen Risiko yang diisi Frederick Siahaan diharapkan mampu mendorong Pertamina lebih giat berekspansi ke luar negeri. Ekspansi didasari perencanaan yang matang, sehingga mengurangi risiko kegagalan.
Bisnis hilir pun menunjukan perkembangan positif. Pelayanan SPBU menalami kemajuan, semakin bersaing, bahkan masih merajai bisnis hilir di atas raksasa lain seperti Shell Indonesia dan Petronas.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo ketika dihubungi terpisah, mengakui masih banyak tugas yang harus diselesaikan menuju cita-cita perusahaan kelas dunia (world class company). Secara umum transformasi di sektor hilir relatif tercapai. Namun, perlu ditingkatkan lagi, imbuh Djaelani.
Tugas di sektor hilir adalah bagaimana meningkatkan pelayanan, brand produk, memperketat efisiensi yang pada akhirnya mampu mendatangkan profit besar. Kerja keras ini bukan saja dilakukan di dalam negeri, tetapi juga ekspansi ke luar negeri.
Tahun ini Pertamina menargetkan membuka masing-masing satu SPBU di Malaysia dan Australia. Juga akan merealisasikan penjualan pelumas di Negara Asean, China dan Timur Tengah, harap Djaelani.
Beberapa negara yang sudah menjual pelumas Pertamina antara lain Taiwan, Singapura, Belgia, Pakistan, Uni Emirat Arab dan Autralia. Rencananya Pertamina juga akan membangun depo Avtur di Kuala Lumpur, Singapura, Dubai dan Hongkong, guna melayani kebutuhan aviasi dua maskapai nasional seperti Garuda dan Lion Air.
Pertamina juga berhasil mengubah image di masyarakat melalui perbaikan SPBU baik dari segi kualitas, pelayanan, maupun produknya. Dalam program konversi, Pertamina juga merealisasikan penggunaan elpiji 2009 mencapai 24,1 juta kiloliter dari target 23,7 juta KK.
Sementara evolusi di sektor hulu, Frederick Siahaan menjanjikan akan meningkatkan investasi termasuk program akuisisi. Pertamina berhasil mendapatkan beberapa blok migas di luar negeri; merenegosiasi dengan pemerintah Irak untuk mendapatkan blok western desert dan kini dalam tahap eksplorasi. Perseroan juga menegosiasi partnernya, Quad Energy untuk mendapatkan blok offshore Hanoi dengan rencana kepemilikan 55%.
Selain kedua blok tersebut, perseroan sudah mendapatkan 6 blok migas di luar negeri, di antaranya di Malaysia dengan kepemilikan 30%. Pertamina berpartner dengan PDIC (Petro Vietnam ), Petronas Carigall, di blok offshore Sarawak .
Bersama PDIC (Petro Vietnam ), Petronas Carigall, Pertamina tengah melakukan eksplorasi pada blok Offshore Conson Hanoi dengan kepemilikan 10%. Pertamina juga memiliki dua blok migas di Libya, blok 17-3 (offshore Sabratah) dengan kepemilikan saham 55%.
Perseroan berpartner dengan General People Commitee of Libya. Bersama General People Commitee of Libya, perseroan juga mendapatkan blok 123-3 (offshore Sirte) dengan kepemilikan saham 15%.
Pertamina juga memiliki dua blok masing-masing di Sudan berpatner dengan CNPC Sudapel di blok 15 (offshore east coast) dengan tatus eksplorasi dan kepemilikan saham 15%. Di Australia, Pertamina berpatner dengan ROC mendapatkan blok BMG
(offshore) dan sudah produksi dengan share 10%.
Dirut Pertamina Karen Agustiawan beberapa waktu lalu mengungkapkan transformasi di perusahaanya yang sudah dijalankan sejak beberapa tahun lalu masih belum apa-apa. Namun demikian kata Karen, pencapaian tersebut bisa dijadikan modal awal menuju perusahaan kelas dunia.
Program transformasi menitikberatkan beberapa poin yang dikenal dengan 6C (Clean, Competitive, Confident, Customer Focus, Commercial, dan Capable) sudah mulai dirasakan. Image Pertamina sebagai sarangnya mafia, KKN, korupsi, maupun kolusi sudah mulai dikikis. Ini modal besar menjadikan Pertamina World Class Company. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Galih
Rabu, 10 Maret 2010 | 08:35 WIB
Transformasi jangan seperti kegiatan "Menara Gading" dimana menjadi kegiatan tersendiri ekklusif dan jauh dari partisipasi pekerja-pekerja garis depan. Transformasi juga bukan sarana sekedar "face lift", tetapi bener2 menata ulang dasar2 dan sistem organisasi dan manajemen perusahaan shg bisa jauh lebih efektif dan profitable.
Galih
Rabu, 10 Maret 2010 | 08:31 WIB
Transformasi harus menyentuh hal-hal yang dasar yaitu proses manajemen dan workflow yang lebih efektif, Leadership yang unggul, analisa dan kebijaksanaan protofolio yang smart, jeli melihat peluang dan cukup prudent, SOP Operasi yang efektif sehingga memenuhi kriteria "Cost Efektif dan Efisien" dan akhirnya hasilnya bisa dilihat di Lap. Keuangan
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.