INILAH.COM, Jombang - Ratusan ibu-ibu Desa Gedangan Kecamatan Sumobito, Jombang mengepung balai desa. Mereka menuntut pelaku pencabulan, Hartono (40), ditindak sesuai hukum. Bukan hanya itu, karena Hartono telah mencabuli bocah dibawah umur, maka alat kelamin pedagang ikan tesebut harus dipotong.
Aksi demo ibu-ibu ini dipicu oleh aksi Hartono yang telah mencabuli tetangganya sendiri yang masih dibawah umur, sebut saja Intan. Bocah yang masih duduk dikelas empat MI (Madrasah Ibtidaiyah) ini dicabuli oleh Hartono sebanyak 10 kali.
Atas kelakuan bejatnya, Hartono harus berurusan dengan polisi. Hanya saja, ditengah jalan, kasus tersebut menguap. Praktis, Hartono lepas dari jeratan hukum. "Kejadiannya sekitar lebaran tahun lalu. Sayangnya, Hartono tidak dijerat secara hukum. Sehingga kami tidak terima," kata Gina, kerabat korban, Senin (8/3).
Begitu sampai di balai desa, ratusan pendemo yang sebagian besar ibu-ibu ini langsung merangsek masuk. Di dalam kantor desa tersebut, warga berteriak meminta agar kepala desa menangkap Hartono serta menyerahkan kepada polisi atas aksi bejatnya terhadap Intan.
Karena kewalahan, kepala desa langsung menghubungi Polsek setempat untuk mengendalikan massa. Sedangkan Hartono yang sudah dihadirkan di balai desa Gedangan kemudian di evakuasi ke ruangan lainnya. "Kami meminta agar Hartono ditangkap. Jika tidak, kami akan main hakim sendiri," teriak Suparto, warga lainnya.
Hingga saat warga masih memenuhi balai desa Gedangan. Mereka menunggu petugas yang sedang melakukan interogasi terhadap Hartono di salah satu ruang balai desa dengan cara tertutup.
"Kelakuan Hartono tidak mencerminkan manusia. Lebih baik alat kelaminnya dipotong saja," lontar Saadah, kerabat korban, saat berada ditengan kerumunan massa. [beritajatim.com/bar]