INILAH.COM, New York - Kekesalan Floyd Mayweather Jr terhadap petinju Filipina, Manny Pacquiao, berimbas kepada pelarangan terhadap wartawan Filipina meliput konferensi persnya.
Jurnalis tinju ternama Amerika Serikat, Dennis Guillermo melaporkan dua penyiar olahraga veteran, Chino Trinidad dan Joseph Pimentel, ditolak Kelly Swanson, staf publikasi Mayweather saat akan memasuki ruang konferensi pers, Selasa lalu.
Alasannya, Mayweather tak ingin berbicara mengenai Pacquiao mendekati pertandingan.
Mereka berbicara bohong mengenai saya dan Joseph Pimentel. Tetapi saya punya rekaman video yang menunjukkan ia dengan jelas berkata di depan muka saya, bahwa kami orang Filipina tidak boleh mengikuti wawancara Floyd Mayweather Jr. dan kini ia menyangkalnya, jelas Trinidad mengenai alibi Swanson.
Saya berani dibawa ke pengadilan AS untuk membuktikannya. Saya rasa kini ia menyangkal karena ia kesulitan menangani kesalahan yang telah dilakukannya, yakni melakukan tindakan tercela terhadap orang Filipina, pungkasnya.
Mayweather gagal bertarung dengan Pacquiao setelah Pac Man menolak sistem uji kesehatan yang diajukan kubu Mayweather. Selain tak lazim, alasannya uji coba dengan mengambil darah pada hari mendekati pertandingan mempengaruhi stamina Pacquiao.
Saya pernah melakukan hal itu dan saya tak bisa mengembalikan stamina tepat pada saat pertarungan. Saya pun akhirnya kalah, terang Pacquiao kepada media beberapa bulan yang lalu.
Kesal ditolak, Mayweather melancarkan tuduhan-tuduhan tanpa dasar dengan mengatakan sukses Pacquiao diraih berkat bantuan steroid, selain itu ia juga mengatakan Filipina adalah produsen steroid terbaik.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !