INILAH.COM, Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) akan membagi dividen pada 4 tahun mendatang. Hal ini dikarenakan SMCB masih memiliki return loss.Hal itu disampaikan Direktur Keuangan SMCB Olaf Nahe, di acara public expose SMCB pada Senin (8/3). "Pembayaran dividen diperkirakan 4 tahun ke depan. Hal ini sesuai standar akuntansi dan peraturan. Kita
tidak bisa membayar dividen karena masih ada kerugian jadi tunggu positif," ujar Olaf.
Olaf mengatakan, perseroan tidak ada restrukrisasi aset untuk pembagian dividen. Pihaknya akan mengatasi kerugian hingga hasilnya positif. Pembayaran dividen dengan kisaran jangka waktu 4 tahun hingga 5 tahun.
Perseroan juga telah membayar pinjaman senilai US$130 juta dari pinjaman sebesar US$135 juta. Selanjutnya perseroan melakukan pembayaran subordinated notes sebesar US$95,7 juta. Rasio utang terhadap modal berkurang sejak lima tahun terakhir dari 2,6 menjadi 0,6. Terkait kartel semen, Direktur Utama SMCB Eamon Ginley mengatakan, pihaknya sangat terbuka dan menjawab pertanyaan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Seperti diketahui, KPPU sedang melakukan pemeriksaan terhadap 8 perusahaan semen. "Kami tidak terlibat kartel dan patokan harga dan tidak berlawanan hukum Indonesia," ujar Eamon. [hid]