INILAH.COM, Jakarta Rupiah awal pekan ini berhasil menguat atas dolar AS. Positifnya data tenaga kerja AS telah memicu carry trade dan mengangkat mata uang RI itu. Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/3) ditutup menguat 57 poin (0,617%), terhadap dolar AS menjadi 9.173/9.183, ketimbang akhir pekan lalu di level 9.230/9.235. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 55 poin (0,59%) menjadi 9.180 per dolar AS.
Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu
carry trade terhadap dolar AS dan yen Jepang. Karena itu, rupiah menguat ke level 9.173. Bahkan, level terkuatnya mencapai 9.170/9.180, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/3).
Menurutnya, membaiknya data tenaga kerja AS menimbulkan asumsi pemulihan ekonomi. Kondisi ini diawali dengan positifnya data ritel AS pada Kamis (4/3) pekan lalu. Kemudian dikonfirmasi lagi dengan data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Meski rupiah sepanjang perdagangan sempat mencapai level terlemahnya 9.270 per dolar AS, penguatan hari ini dinilai Ariston sangat tajam. Sebab, rupiah ketika dibuka langsung menguat menembus level 9.200. Hal ini menandakan data tenaga kerja AS sentimennya langsung positif di market, ujarnya.
Data
non-farm payroll di AS sangat baik di level -36.000 dibandingkan ekspektasi pasar di angka -50.000.
Non-farm payroll adalah data orang yang digaji baik oleh perusahaan swasta maupun pemerintah berkurang. Data tingkat pengangguran juga membaik. Diprediksikan 9,8% ternyata menjadi 9,7% atau berada di level yang sama dibandingkan Januari tapi lebih baik dari ekspektasi, ucapnya.
Ia memaparkan tingkat pengangguran disurvei melalui berbagai rumah tangga. Sedangkan
non-farm payroll langsung disurvei ke perusahaan dan pemerintahan yang menggunakan tenaga kerja itu. Karena itu, dolar AS menguat terhadap mata uang utama kecuali terhadap yen Jepang, tuturnya.
Ariston menambahkan, investor kini berburu
higher yielder, yaitu investasi dengan imbal hasil lebih tinggi, sehingga keuntungan investor menjadi lebih besar. Hal ini terindikasi dari dolar AS yang saat ini menjadi mata uang sumber pembiayaan (
fund currency). Begitu juga dengan yen yang hari ini sama-sama melemah, paparnya.
Terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dolar AS melemah ke level US$1,664. Pelemahan dolar AS terhadap euro tidak signifikan karena likuiditas euro sangat besar sehingga harganya susah bergerak jauh. Euro lebih stabil karena suplainya banyak menyangkut seluruh Uni Eropa. Euro berkontribusi 60% terhadap penentuan indeks dolar AS, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.368,81 terhadap dolar Australia, di angka 12.568 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.565 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.
Hanya empat mata uang yang menguat. Yen Jepang turun 0,008% menjadi 90.285, dolar Australia melandai 0,56% ke level 0.912, dolar New Zealand susut 0,72% ke angka 0.701, dan baht Thailand terkoreksi 0,08% terhadap dolar AS ke posisi 32.705. Selebihnya, mata uang kawasan menguat.
Dolar Hong Kong naik 0,02% menjadi 7.760, dolar Singapura terangkat 0,24% ke level 1.398, baht Thailand terapresiasi 0,18% ke angka 31.859, won Korsel terdongkrak 0,68% ke posisi 1.132, peso Filipina merangkak naik 0,49% menjadi 45.820, yuan China menanjak 0,0001% ke level 6.826, rupee India menggeliat 0,41% ke angka 45.426, dan ringgit Malaysia siuman 0,69% ke posisi 3.340 per dolar AS. [ast/mdr]