Senin, 28 Mei 2012 | 23:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tifatul Minta DPR Berhenti Campuri Century
Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com/Wirasatria
Oleh:
web - Senin, 8 Maret 2010 | 22:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring meminta semua pihak khususnya para elit politik di DPR, untuk menahan diri dan istirahat sejenak dari perdebatan panjang masalah Bank Century.

"Legislatif sudah merampungkan tugasnya, sekarang bola di yudikatif, jadi eksekutif dan legislatif tidak ikut campur dulu, sama-sama menghormati ranah masing-masing," kata Tifatul di Jakarta, Senin (8/3).

Menurutnya, semua komponen bangsa berhak menyampaikan aspirasinya secara bebas dan terbuka di era demokrasi saat ini. Ia mengimbau semua pihak agar tidak menimbulkan suasana provokatif, karena masyarakat umum sudah mulai kelelahan menyaksikan suasana debat dan kericuhan setiap hari di forum Pansus DPR-RI, maupun sejumlah aksi demonstrasi yang diliput oleh berbagai media massa secara langsung.

Ia berpesan secara khusus kepada sebagian besar para mahasiswa yang selama ini sangat kritis dalam mencermati masalah Bank Century, yakni agar tetap bersikap siaga dan mengawasi tindak lanjut penanganan Bank Century tapi dihimbau agar menghindari tindakan yang anarkis dan konfrontatif.

Proses kasus Bank Century, kata dia, kini sudah berada di ranah hukum (yudikatif). "Oleh sebab itu biarlah tafsir hukum yang bekerja. Sebab jika tafsir politik bisa bermacam-macam, tiap orang bisa beda," ujar Tifatul.

Mantan Presiden PKS ini berpendapat, hal ini penting disampaikan, karena bila masih berada ranah politik maka hanya akan menimbulkan multi persepsi yang berkepanjangan. Di samping itu, imbauan yang ia sampaikan juga didasarkan pada esensi pidato Presiden Republik Indonesia pada 4 Maret 2010 yang menurut dia, sangat komprehensif dalam menjelaskan sikap pemerintah.

"Presiden tidak pernah sama sekali meremehkan hasil-hasil Sidang Paripurna DPR-RI, dan bahkan menghargainya, sehingga tolong jangan ditambahi dengan embel-embel yang provokatif," ungkapnya.

Bahkan sebagai salah satu wujud apresiasinya, sambungnya, Presiden sama sekali tidak menunjukkan menyerang pihak manapun. Tetapi justru mengajak semua pihak untuk kembali fokus pada kewajiban masing-masing institusi, melanjutkan program peningkatan kesejahteraan rakyat dan bidang ekonomi.

"Jadi teman-teman koalisi juga kami serukan untuk cooling down dulu, berpikir tenang dan tidak emosional, karena kita butuh statemen-statemen publik yang menyejukkan. Kita butuh komunikasi dan konsolidasi yang lebih baik dan tertata ke depan. Harus segera dilakukan sekarang, Jangan ditunda-tunda sampai sudah ada masalah, lalu muncul pertengkaran baru," pungkasnya. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.