INILAH.COM, Jakarta Saham BUMI, Selasa (9/3) diprediksikan menguat ditopang kenaikan harga minyak dan antisipasi pasar atas laporan kinerja 2009 akhir Maret ini. Buy untuk BUMI! Direktur Paramitra Alfa Securities Ukie Jaya Mahendra mengatakan, salah satu alasan penguatan saham PT Bumi Resources (
BUMI) hari ini masih faktor penguatan harga minyak mentah dunia ke level US$82 per barel. Emas hitam ini secara otomatis akan mendongkrak harga batubara sebagai
core bisnis dari efek produsen batubara
thermal ini.
Selain itu, penguatan BUMI juga karena faktor antisipasi pasar atas laporan keuangan perseroan untuk
full year 2009 yang akan dirilis akhir Maret atau awal April mendatang. Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.525 dan Rp2.350 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/3).
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,08%) menjadi Rp2.450 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.400. Harga tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendah Rp2.400. Sedangkan volume transaksi mencapai 127,4 juta unit saham senilai Rp309,6 miliar dan frekuensi 3.839 kali.
Ukie mengatakan, penguatan saham BUMI kemarin seharusnya lebih tinggi. Karena itu, hari ini masih menyisakan ruang penguatan. Menurutnya, meski kenaikan saham ini sudah terjadi dalam lima hari terakhir, tapi kenaikannya perlahan. Menurut saya, BUMI Selasa ini akan rally. BUMI akan naik 1 poin atau 2 poin, ujarnya.
Di sisi lain, Ukie juga mengaku optimistis terhadap pergerakan pasar seiring harga komoditas yang kondusif. Menurutnya, market positif dari dua sisi. Salah satunya karena positifnya market regional akibat kenaikan harga minyak. Selain itu, indeks saham mendapat topangan dari penguatan rupiah di pasar uang akibat berlanjutnya pelemahan dolar AS, paparnya.
Penguatan BUMI juga masih terpengaruh
roadshow manajemen perseroan ke AS, Eropa dan Jepang. Hal ini dipastikan menstimulus pembelian asing di saham BUMI.
Apalagi, pengaruh dari laporan keuangan pada akhir Maret atau awal April mendatang sudah memicu pembelian investor atas saham ini, timpalnya.
Sementara itu, investor asing secara bertahap melakukan pembelian saham di pasar domestik termasuk BUMI. Menurutnya, meski proses hukum atas skandal Bank Century berlanjut, tapi tidak menjadi halangan bagi asing untuk melakukan akumulasi beli.
Asing tetap bertransaksi, apapun keadaan politik di dalam negeri, tukasnya. Ukie meyakini
net buy asing masih akan terus terjadi. Sebab, bursa global pun sangat mendukung.
Tapi, Ukie juga yakin, investor baru akan agresif masuk di saham BUMI, pada saat harganya sudah mencapai level Rp2.600 per lembar. Pada saat level itu ditembus ke atas, BUMI akan dengan mudah mencapai level Rp3.000. Karena itu, jika ingin untung sekaranglah saatnya untuk masuk di saham BUMI, timpalnya.
Alhasil, Ukie memandang positif atas saham ini. Ia berani menargetkan BUMI di level Rp3.000 pada saat laporan keuangan perseroan dirilis akhir bulan ini atau awal April mendatang. Saya rekomendasikan beli untuk BUMI! pungkasnya. [mdr]