Minggu, 27 Mei 2012 | 16:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Latinusa Tidak Tahu Alasan Sahamnya Melonjak
Headline
inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Selasa, 9 Maret 2010 | 11:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengaku belum memperoleh informasi detil terkait wacana pembelian 9,36% saham PT Freeport Indonesia.

"Kami belum mendapatkan informasi detil terkait dengan rencana tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Bimo Budi Satriyo dalam keterangan tertulis perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (9/3).

Bimo menjelaskan, perseroa akan mengevaluasi setiap potensi investasi yang prospektif dan sejalan dengan bisnis inti perseroan.

Sebelumnya, santer diwacanakan bahwa Kemenetrian BUMN akan perseroan dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk mengakuisisi 9,36% saham Freeport.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN akan mendorong BUMN sektor tambang seperti Aneka Tambang dan Bukit Asam untuk membeli saham Freeport Indonesia jika perusahaan tambang emas itu memberikan kesempatan untuk membeli saham perusahaan.

Namun, hingga saat ini rencana pembelian saham Freeport oleh pemerintah masih perlu pengkajian lebih mendalam.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, kalaupun nantinya pemerintah memutuskan membeli saham Freeport, kementerian akan memberikan kesempatan kepada BUMN terkait untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. [mre/cms]

------------------------

INILAH.COM, Jakarta - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mengaku tidak tahu alasan pemicu melonjaknya volatilitas transaksi saham perseroan di lantai bursa pada Senin (8/3) pagi.

Berdasarkan keterangan perusahaan berkode NIKL atau lebih dikenal dengan PT Latinusa yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/3), perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Selain itu, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas daripemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor X.M.1 LAmpiran Keputusa Ketua Bapepam No. Kep-82/PM/1996.

Lebih lanjut, perseroan juga tidak memiliki rencan untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat dalam tiga bulan mendatang. Dan perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Sebagai informasi, pada Senin kemarin, harga saham NIKL naik 55, kenaikan volume transaksi sebesar 88.788.500, dan kenaikan frekuensi sebesar 2.476. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.