INILAH.COM, Jakarta - Obligasi XI PT Astra Sedaya Finance mencatatkan kelebihan permintaan hingga Rp2,5 triliun.
Demikian disampaikan dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Selasa (9/3). Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah memberikan persetujuan efektif pada 8 Maret 2010.
Seperti diketahui, PT Astra Sedaya Finance menawarkan obligasi
XI Rp1 triliun. Obligasi tersebut terdiri dari: Seri A jangka waktu 370 hari dengan kupon 8,47 % p.a senilai Rp. 430 M, Seri B jangka waktu 24 bulan dengan kupon 9% p.a senilai Rp. 275 M, Seri C jangka waktu 30 bulan dengan kupon 10% p.a senilai Rp. 250 M, Seri D jangka waktu 36 bulan dengan kupon 10.4% p.a senilai Rp. 106 M, Seri E jangka waktu 42 bulan dengan kupon 10.75% p.a senilai Rp. 69 M dan Seri F jangka waktu 48 bulan dengan kupon 10.9% p.a. senilai Rp. 370 M. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan bunga akan dibayarkan setiap 3 bulan dimulai tanggal 18 Juni 2010.
Direktur Utama PT Astra Sedaya Finance, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, perseroan akan mengembangkan sekitar 10 jaringan distribusi baru. Perseroan telah membuka 15 jaringan distribusi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Jawa pada 2008-2009. "Pembukaan jaringan ini mendukung pertumbuhan perseroan yang mencapai total pembiayaan sebesar Rp12 triliun pada 2009 dengan prediksi pertumbuhan 12 persen pada 2010," ujar Djony.
Sementara terkait pencabutan ijin salah satu perusahaan multifinance, Djony mengatakan, perseroan tidak memiliki hubungan apapun dengan perusahaan tersebut.
PT Astra Sedaya Finance dan anak perusahaan PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance, PT Astra Auto Finance, PT Staco Estika Sedaya Finance dan PT Pratama Sedaya Finance, tergabung
dalam kelompok ACC. [mre/cms]