INILAH.COM, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Selasa (9/3) rupiah ditutup pada kisaran 9.190 atau melemah 15 poin dibandingkan penutupan kemarin di kisaran 9.175.
Hal itu disampaikan Direktur Currency Management Farial Anwar saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (9/3). "Penguatan rupiah tertahan dan mendekati 9.200 karena pelaku pasar tidak yakin rupiah terus menguat," ujar Farial.
Ia mengatakan, tidak ada berita luar biasa di pasar yang terlalu mempengaruhi. Pelaku pasar menilai, ada persepsi penguatan rupiah sudah optimal. "Saat ini pelaku pasar mulai membeli dolar AS," kata Farial.
Selain itu, mata uang US$ sudah menguat di pasar global. Farial melihat, beberapa mata uang asing lain ada yang menguat dan melemah terhadap US$. Untuk perdagangan rupiah pada Rabu (10/3). Farial meramal, rupiah akan bergerak di kisaran 9.175-9.225. Ia mengatakan, rupiah tidak akan melemah tajam. Hal ini dikarenakan capital inflow yang masih masuk ke Indonesia. "Asing masih masuk ke pasar saham, SBI dan surat utang," ujar Farial.
Farial menjelaskan, suku bunga acuan Indonesia sekitar 6,5% menjadi daya tarik investor asing. Asing mendapatkan keuntungan dari dua sisi yaitu saham dan valuta asing. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !