INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp999 miliar dari total penawaran masuk sebesar Rp1,874 triliun.
Rincian dari pembelian lelang SBSN tersebut antara lain seri IFR0003 (reopening) dengan yield 8,5 persen, imbalan 9,25 persen dengan total dimenangkan Rp504 miliar dan tanggal jatuh tempo 15 September 2015.
Untuk IFR0005 (reopening) ditentukan yield 9,05 persen dan tingkat imbalan 9%. Jumlah nominal untuk seri tersebut adalah Rp14 miliar dengan tanggal jatuh tempo 15 Januari 2017. IFR0007 (reopening) dengan yield 10,43 persen dan tingkat imbalan 10,25 persen dimenangkan dengan jumlah Rp460 miliar dengan tanggal jatuh tempo 15 Januari 2025.
Sementara untuk seri IFR0006 yang baru diterbitkan belum ditarik oleh pemerintah. Padahal tawaran yang masuk telah berjumlah Rp56 miliar dengan yield terendah 10,125 persen dan yield tertinggi sebesar Rp 10,25 persen.
Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam siaran persnya Selasa (9/3) mengatakan hingga Senin (8/3), total realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) telah mencapai Rp58,3 triliun. "Itu dari target penerbitan SBN secara bruto kira-kira sekarang 33,1%," katanya.
Pemerintah telah menambah target penerbitan SBN sebesar Rp1,8 triliun. Jika semula ditargetkan Rp175 triliun secara brutonya, dalam RAPBNP target tersebut menjadi Rp176,8 triliun. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !