INILAH.COM, Jakarta - Hubungan bilateral antara Indonesia - Amerika Serikat (AS) tidak akan terganggu, meski sentimen terorisme kembali marak.
"Saya belum lihat ada indikasi terganggunya hubungan Indonesia-Amerika dengan terorisme ini," ucap Pengamat Ekonomi Danareksa Research Institute Purbaya Yudi Sadewa kepada wartawan, Selasa (9/3).
Seperti diketahui, Tim Densus 88 siang tadi melakukan penggrebekan teroris di daerah Pamulang, Banten. Penggrebekan tersebut menewaskan satu orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.
Penggrebekan dilakukan berdekatan dengan rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama yang dijadwalkan akan berkunjung bulan ini.
Purbaya menuturkan, penggrebekan terorisme justru bisa menambah pamor Indonesia di mata AS. "Polisi lebih waspada jadi nanti teror bom tidak lagi terjadi," ujarnya.
Menurut Purbaya, potensi terorisme ada di mana pun, termasuk di Amerika. "Pontensi teror ada mana-mana, tidak ada negara yang benar-benar aman. Selama bisa mencagah tidak akan berkembang lebih jauh," tegasnya.
Ia juga memperkirakan, Obama tidak akan membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Sementara untuk pengamanannya, sudah pasti akan ketat diterapkan jauh hari sebelum Obama datang. "Kesiapan pengamanan pasti dilakukan jauh sebelum kedatangan, pembatalan itu kecil kemungkinannya," tuturnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !