Minggu, 27 Mei 2012 | 16:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
‘Profit Taking’ Picu Koreksi Rupiah
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Selasa, 9 Maret 2010 | 18:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rupiah hari ini gagal melanjukan penguatan dan mengalami koreksi teknis akibat aksi ambil untung sementara. Padahal dari sisi sentimen, mata uang RI ini seharusnya bisa menguat.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (9/3) ditutup melemah tipis 17 poin (0,185%) terhadap dolar AS menjadi 9.190/9.200, ketimbang posisi kemarin di 9.173/9.183. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan melemah 17,5 poin (0,190%) menjadi 9.197 per dolar AS.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, pelemahan rupiah hari ini disebabkan technical correction, seiring aksi profit taking di pasar uang. Hal ini terjadi, menyusul penguatan tajam mata uang RI ini pada perdagangan kemarin.

Karena itu, rupiah pada sesi pagi langsung dibuka melemah ke level 9.175. Bahkan, sepanjang perdagangan, rupiah sempat jatuh ke level 9.205. Namun, penguatan rupiah ke level 9.170 tidak lama, karena rupiah akhirnya harus ditutup turun tipis ke 9.190/9.200, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (9/3).

Menurutnya, pelemahan rupiah hari ini tidak terlalu tajam, akibat derasnya arus capital inflow ke pasar domestik. Bahkan, imbuhnya, jika rupiah tidak melemah dan tembus level 9.200-9.250, mata uang ini akan kembali menguat. Sebab, kisaran ini merupakan level-level psikologisnya, ujarnya.

Albertus menilai, rupiah seharusnya menguat hari ini seiring pelemahan dolar AS. Hal ini menyusul pulihnya kepercayaan investor atas krisis fiskal di Eropa, pascakeberhasilan Yunani menjual obligasi, terutama ke beberapa bank di Inggris. Pembelian oleh bank-bank Inggris mencapai 80% dari total obligasi Yunani senilai US$10 miliar. Jadi di Eropa ada keyakinan Yunani mampu menutup defisit fiskalnya, paparnya.

Koreksi dolar AS juga ditopang pernyataan pejabat resmi International Monetary Fund (IMF) bahwa peluang penyebaran krisis fiskal di Yunani ke Portugal dan Spanyol sangat kecil. Selain adanya aksi profit taking dua hedge fund besar yang berspekulasi di pasar valas, yaitu Soros Fund Management dan SAC Capital Advisory. Seiring pemulihan Yunani, mereka merealisasikan keuntungan atas dolar AS dan me-refresh posisinya, ucapnya.

Ia menuturkan, sebelumnya, kedua hedge fund ini menjual euro dan membeli dolar AS dengan spekulasi Uni Eropa tidak bisa mengatasi persoalan Yunani. Namun, membaiknya negeri para Dewa itu, menunjukkan kemampuan Yunani mengatasi defisit. Dua lembaga itu pun melakukan profit taking atas dolar AS sehingga dolar melemah terhadap mata uang utama, termasuk terhadap euro ke level 1,4953, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.360 terhadap dolar Australia, di angka 12.530 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.565 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.

Hanya lima mata uang yang melemah. Dolar Hong Kong turun 0,01% menjadi 7.759, ringgit Malaysia melandai 0,05% ke level 3.342, dolar Singapura terkoreksi 0,05% ke angka 1.400, won Korsel susut 0,18% ke posisi 1.134, dan rupee India terdepresiasi 0,01% terhadap dolar AS menjadi 45.537.

Selebihnya, mata uang kawasan menguat. Yen Jepang naik 0,72% ke level 89.650, dolar Australia terangkat 0,21% ke angka 0.907, dolar New Zealand terdongkarak 0,45% ke posisi 0.697, dolar Taiwan terapresiasi 0,07% menjadi 31.836, peso Filipina menanjak 0,13% ke level 45.760, yuan China siuman 0,0001% ke angka 6.826, dan baht Thailand menggeliat 0,03% ke posisi 32.720 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.