inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Anggota DPR Kritisi Sinyal Seluler Daerah Rural

Headline
istimewa
Oleh:
Selasa, 9 Maret 2010 | 20:28 WIB
INILAH.COM, Bandung - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat asal Kabupaten Bandung, Hj Adjeng Ratna Suminar mengkritisi masih adanya kawasan rural tidak tertembus sinyal telepon seluler di wilayah Kabupaten Bandung.

"Longsor di kawasan Pasirjambu telah membuka mata kita, ternyata di wilayah Bandung pun masih ada daerah tanpa sinyal telepon seluler, sedangkan di kota begitu menjamur Base Transceiver Station (BTS) terpancang dengan jarak yang sangat berdekatan, geser dong ke daerah rural sebagian, kalau perlu buatkan BTS bersama demi pelayanan," kata Adjeng Ratna Suminar di sela-sela kunjungan Komisi I DPR ke wilayah Bandung, Selasa (9/3).

Menurut Adjeng, peristiwa bencana longsor di Perkebunan Teh Dewata membuka mata, betapa akses komunikasi di wilayah Bandung pun yang dekat dengan Ibukota Provinsi Jawa Barat masih ada yang belum tertembus. Apalagi daerah-daerah terpencil seperti di kawasan selatan Jabar.

Menurut Adjeng, akibat tidak adanya sinyal komunikasi, pelaporan kejadian longsor yang memakan 44 korban jiwa dan memaksa 400 orang lainnya mengungsi di Kabupaten Bandung itu menjadi terlambat diterima oleh pihak terkait.

"Jangan sampai keterlambatan pelaporan bencana itu kembali terulang, kalau tidak ada BTS telepon seluler, lengkapi dong perangkat penanggulangan bencana dengan telepon satelit. Mahal sedikit tapi penanganan bisa efektif," kata politisi dari Partai Demokrat itu.

Pada kesempatan itu, Ajeng juga mengkritisi masih adanya daerah rural di Bandung lainnya, yang notabene berdekatan dengan kantor pusat atau cabang utama operator telekomunikasi.

Akibat sulitnya komunikasi, mengakibatkan pengiriman bantuan untuk para korban bencana alam juga menjadi terlambat dan kurang efektif.

Adjeng meminta pemerintah daerah proaktif untuk memperjuangkan agar daerah rural di wilayahnya bisa ditembus sinyal seluler dan tidak hanya menunggu ekspansi yang dilakukan oleh pihak operator.

"Bila perlu pemerintah daerah proaktif memfasilitasi pendirian BTS untuk dipakai bersama oleh operator itu. Meski penggunanya sedikit, jalan boleh masih jelek namun akses komunikasi jangan terkendala," kata Adjeng menambahkan.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.