INILAH.COM, Jakarta - Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI), memperingati hari jadinya yang ke-44. Dalam event itu, juga dirayakan Hari Braille sedunia yang ke 201.
Hari jadi Pertuni yang ke-44 jatuh setiap 7 Januari itu, Selasa (9/3), digelar di gedung Dewan Pers Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta. Dalam peringatan itu, ikut hadir beberapa ketua instansi dan beberapa perwakilan kementerian. Seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Informasih Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Sosial, serta Ketua Dewan Kesejahteraan Sosial Nasional, Profesor Hariono Suyono.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pertuni, Doktor Didi Tarsidi, meminta pemerintah agar kaum penyandang cacat, khususnya tuna netra mendapatkan perlakuan dan hak yang sama dengan warga negara lainya. Seperti bidang pandidikan, berusaha dan lapangan kerja.
Dalam kesempatan itu juga, Didi meminta Hariono membuka kursus program komputer bicara yang diselenggarakan oleh DPP pertuni pusat selama 10 hari dan diikuti 30 peserta yang berasal dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta. [vin]