INILAH.COM, London Hingga akhir babak pertama, keunggulan Arsenal atas tamunya, FC Porto 2-0 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions tetap bertahan saat jeda turun minum. Dua gol Nicklas Bendtner tetap bertahan.
Menjamu juara Liga Champions 2004, skuad muda Arsene Wenger langsung berinisiatif menyerang meski tanpa sang kapten Cesc Fabregas yang tengah dibekap cedera hamstring.
Sebagai gantinya, Wenger menurunkan Samir Nasri sebagai inspirator serangan The Gunners termasuk memaksimalkan playmaker Rusia mereka, Andrey Arshavin.
Strategi ini berjalan mulus, hanya butuh waktu 10 menit bagi Arsenal untuk membuka keunggulannya, lewat Bendtner yang sebelumnya menuai kritikan saat melawan Burnley di ajang Liga Primer.
Meski menang atas Burnley 3-1 namun Bendtner dianggap membuang sembilan peluang ketika melawan tim promosi Liga Primer tersebut. Namun, striker Denmark ini membuktikan janjinya, berawal dari terobosan Nasri, ke arah Asrhavin, gelandang Rusia ini sempat bertabrakan dengan kiper Porto, Helton.
Bola muntah berhasil disambar Bendtner, meski dia dikepung tiga pemain belakang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Gol kedua Bendtner dicetak menit ke-25 memanfaatkan umpan silang Arshavin yang berhasil mencuri bola akibat blunder barisan belakang Porto, dengan sedikit gocekan, Arshavin mampu melewati barisan belakang Porto dan mengirimkan umpan silang ke depan gawang Helton.
Bendtner yang tidak terkawal dengan mudah menceploskan bola ke gawang Porto sekaligus mengubah keunggulan timnya menjadi 2-0.
Bendtner sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak hattrick namun tendangannya masih bisa dimentahkan Helton, peluang terakhir Arsenal di dapat Nasri, hanya selang beberapa menit sebelum jeda turun minum.[had]