INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat bukan tanpa risiko menggaet PDIP ke dalam koalisi tambun. Justru ideologi yang berseberangan ditengarai akan jadi pemicu ketidakharmonisan koalisi.
"Jika koalisi dikocok ulang artinya PDIP menggantikan Partai Golkar dan PKS, ini tak ada jaminan bahwa koalisi ini juga aman hingga pemilu mendatang," kata pengamat politik LIPI Siti Zuhro saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Rabu (10/3).
Sekalipun pendekatan Ketua Depperpu PDIP Taufiq Kiemas kepada beberapa elit Demokrat semakin erat, bukan disimpulkan partai SBY itu mau berkomitmen. Hampir tidak mungkin Demokrat mengajak PDIP bergabung di pemerintahan, sementara di koalisi sudah ada Partai Golkar dan PKS. "Ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi parpol-parpol yang berkoalisi," kata dia.
Ia mengingatkan, Demokrat perlu memikirkan risiko dan konsekuensinya. Antara lain pertaruhan suara di Pemilu 2014 mendatang. Karena kecenderungan tren pemilih kini turun. "Ditambah PDIP kan dulu di luar pemerintah, ini akan dianggap mereka inkonsisten sebagai oposisi atau kedua pihak berlawanan," tandas Siti. [ikl/jib]