INILAH.COM, Jakarta- Halaman Facebook yang mengklaim sebagai website resmi polisi ternyata digunakan oleh gay penjaja seks dan para pembenci polisi untuk menyebarkan isu tentang korupsi di kepolisian.
Fitur website ini menampilkan logo polisi Victoria dan berisikan pesan dari mantan kepala kepolisian bernama Christine Nixon yang tidak diketahui asalnya. Tidak hanya itu, halaman Facebook ini juga menampilkan foto polisi dengan link ke grup keagamaan dan website kelompok rasis.
Website tersebut berisikan komentar dari orang-orang yang menuduh polisi telah berbohong di bawah sumpah karena telah melakukan penyiksaan sebagai alat penyelidikan.
Sekretaris Asosiasi Kepolisian, Greg Davies menyebutkan website ini sebagai situs memalukan. "Ini konyol jika setiap orang bodoh merasa seperti itu dapat mencemarkan nama baik polisi dengan menampilkan diri sebagai website resmi polisi," katanya.
Tidak seperti halaman Facebook lain yang jelas ditujukan untuk membenci polisi, penjahat yang menyatakan diri sebagai Kepolisian Victoria ini, membodohi para pengguna bahwa website ini benar-benar resmi dengan hadirnya beberapa posting yang mendukung polisi.
Juru bicara kepolisian mengatakan akan menyelidiki segera website ini.
Seperti semua website berbasis pengguna, kami tidak memiliki hak untuk mengedit konten, ujarnya. Walaupun begitu, materi dengan konten kekerasan dan ilegal tidak akan ditoleransi. Kami akan mencari tahu dan segala konten yang tidak benar akan dilaporkan kepada pihak Facebook untuk dihapus.
Penemuan situs ini hadir beberapa minggu setelah The Police Association mengancam akan memberikan tindakan hukum pada halaman Facebook yang mempromosikan kekerasan melawan polisi.
Lebih dari 5.000 pengguna yang telah bergabung dengan halaman I Hate Victoria Police sejak kehadirannya Agustus tahun lalu.[ito]