INILAH.COM, Washington - Data ketersediaan lapangan kerja AS melonjak sekitar 7,6% menjadi 2,7 juta, bila dibandingkan dengan Desember tahun lalu.
Demikian disampaikan Departemen Tenaga Kerja AS, Selasa (9/3). Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari tahun lalu.
Dengan adanya data tersebut, memberikan sinyal bahwa perekonomian mulai pulih secara konsisten. Beberapa ekonom berharap, ketersediaan lahan kerja akan menembus angka 300 ribu pada Maret ini, kendati sepertiganya hanya pekerjaan dengan kontrak jangka pendek.
Meningkatnya data tersebut mendukung pemulihan ekonomi, pasalnya pendapatan konsumen akan bertambah dan berdampak pada daya beli konsumen.
Dari setiap lahan kerja yang tersedia sekitar 5,5 pengangguran akan bersaing memperebutkannya, angka itu masih jauh dibanding pada awal krisis yaitu sekitar 1,7 pengangguran. Namun bila dibanding Desember 2009, turun yaitu dari 6 pengangguran setiap lahan kerja yang tersedia.
Di sisi lain, para ekonom mengingatkan untuk tetap waspada. Pasalnya, pekerja dengan kontrak diperkirakan akan mulai merambat naik pada tahun ini.
Sejak resesi dimulai, perekonomian telah kehilangan 8,4 juta pekerjaan. Angka itu merupakan penurunan yang terbesar sejak 1930an. Sedangkan tingkat rataan pengangguran masih belum berubah yaitu 9,7%. [mre/cms]