Senin, 28 Mei 2012 | 23:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasca-Dulmatin Tewas
Arus Lalin di Pamulang Masih Tersendat
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
web - Rabu, 10 Maret 2010 | 13:25 WIB
INILAH.COM, Tangerang - Arus lalu lintas di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, terutama di lokasi penggrebekan teroris sekitar Ruko Puri Pamulang masih tersendat karena sopir kendaraan yang melintas memperlambat kecamatan karena ingin melihat tempat kejadian.

Pantauan di lokasi, Rabu (10/3), antrian kendaraan di Jalan Siliwangi Raya mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pondok Benda, Pamulang II hingga bundaran dekat Universitas Pamulang diperkirakan mencapai 3,2 km.

Pengendara mobil dan sepeda motor terpaksa memperlambat laju kecepatan bila melintas di Jalan Siliwangi terutama di depan lokasi penggrebekan. Karena mereka ingin melihat Warnet Multipulus yang saat ini masih dipasang garis polisi.

Demikian pula kendaraan sulit bergerak terutama di depan pintu gerbang Perumahan Villa Dago. Karena banyak sepeda motor dan mobil datang dari dua arah yang hendak ke Serpong atau Ke Ciputat atau sebaliknya. Bahkan pengendara tidak mau mengalah terutama di pintu masuk SPBU depan Villa Dago, karena banyak yang membelok melawan arah.

Meski petugas kepolisian sudah berupaya untuk mengurai kemacetan dan dibantu aparat Dinas Perhubungan Pemkot Tangsel, namun pengendara saling serobot tidak mau mengalah. Namun begitu, di lokasi kejadian, sekitar Ruko Puri Pamulang, petugas kepolisian setempat berulangkali menyuruh pengedara melalui pengeras suara untuk bergerak lebih cepat, tapi tidak diindahkan pemilik kendaraan.

Sebelumnya, petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di sebuah ruko di Jalan Siliwangi Blok A-1 No.6 Kelurahan Pamulang, Selasa (9/3) sehingga menewaskan seorang teroris.

Demikian pula polisi kembali menggrebek sebuah rumah di Jalan Setia Budi, Gang Asem, RT 03/05, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, sehingga dua orang teroris ditembak mati saat mereka berusaha melarikan diri.

Polisi akhirnya berupaya mengejar pelaku teroris yang menggunakan sepeda motor warna biru tanpa nomor polisi. Jenazah tiga teroris tersebut saat ini masih terbaring di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.