Senin, 28 Mei 2012 | 23:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Langkah Paling Masuk Akal Buat DPR
F-PDIP: Boikot Sri Mulyani
Headline
Eva Kusuma Sundari - istimewa
Oleh: Mevi Linawati
web - Rabu, 10 Maret 2010 | 14:25 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa rencana pemboikotan terhadap Menkeu Sri Mulyani dalam rapat anggaran RAPBN 2010 adalah wajar dan masuk akal.

Ini, larena Presiden SBY sampai saat ini belum menindaklanjuti rekomendasi Paripurna.

"Wajar dan itu pilihan masuk akal," ujar Anggota Komisi XI dari fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari ketika dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Rabu (10/3).

Bahkan menurut Eva, Ketua Fraksinya sudah mewacanakan langkah pemboikotan terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri rapat-rapat, baik rapat anggaran maupun
rapat Komisi XI yang bermitra dengan bagian keuangan.

"Karena Presiden juga tidak menindaklanjuti rekomendasi pansus melalui paripurna DPR," kata dia.

Menurut Eva, dengan ketidakhadiran Fraksi PDIP, berarti rapat dengan Menkeu tidaklah quorum. Padahal, dalam setiap rapat kerja di DPR, keputusan harus diambil secara kuorum.

Karena itulah, sikap Presiden yang tidak menindaklanjuti rekomendasi pansus untuk menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani akan berimplikasi pada DPR yang akan memberi tekanan.

"DPR harus menghormati paripurna. Kepada Sri Mulyani, Pansus sudah menyatakan ada pelanggaran pada pemberian PMS atau bailout. DPR bisa menggunakan kewenangannya melalui Hak Anggaran untuk menekannya jika memang tidak legitimate," pungkasnya.[mev/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
esbeye
Rabu, 10 Maret 2010 | 16:00 WIB
Bagaimana dgn anggota DPR dari fraksi pdip yg diduga terlibat kasus Miranda ??? Apa perlu di boikot juga,Supaya Dpr lebih bersih?
Abah
Rabu, 10 Maret 2010 | 15:32 WIB
Kalau benar ada pemboikotan.... Arti nya DPR tidak menghiraukan kepentingan rakyat banyak...., yang ada hanya dendam2 pribadi.... SBY bukan tidak mau menindak lanjuti, tapi saat ini beliau sedang berada di Australia.... Lagi pula rekomendasi DPR telah diserahkan ke penegak hukum... Sebaiknya ditunggu bersama keputusan nya...., bersalah atau tidak yg bersangkutan.....
CELETUKAN
Rabu, 10 Maret 2010 | 14:51 WIB
CUEKIN AJALAH. KOG SELALU CARI RIBUT SIH
CELETUKAN
Rabu, 10 Maret 2010 | 14:49 WIB
CUEKIN AJALAH FRAKSI-FRAKSI YG TIDAK PRO-RAKYAT TAPI SELALU MENGATAS NAMAKAN WONG CILIK
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.