INILAH.COM, Jakarta Saham tambang PT TB Bukit Asam (PTBA) telah merilis laporan keuangannya. Meski pencapaiannya di bawah target, para analis masih memberi rekomendasi positif untuk emiten BUMN ini.
Analis Samuel Sekuritas Christine Salim merekomendasikan beli untuk saham PTBA, meskipun beban neraca meningkat. Saat ini, PTBA diperdagangkan pada price earning ratio (PE) 2010-2011 sebesar 13,3-6,3 kali dan EV/reserve sebesar US$1,7 per ton. Rekomendasi maintain buy dengan target haga di Rp20.200 per lembar, ujarnya, Rabu (10/3).
Menurutnya, kinerja perseroan cukup positif, dimana sepanjang 2009, PTBA mencatat laba bersih Rp2,727 miliar, naik 59,7%. Sementara pendapatan meningkat 23,9% mencapai Rp8,947 miliar. Pencapaian 2009 masih lebih rendah 7,6% dari ekspektasi dan konsensus kami karena membengkaknya beban operasi sebesar 25%, paparnya.
Perseroan juga berhasil mencatatkan kenaikan harga jual rata-rata 27%, di tengah penurunan volume penjualan 2% menjadi 12,5 juta ton. Angka ini lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 13.3 juta ton. Adapun volume produksi yang naik 7% mencapai 11,5 juta ton, juga di bawah ekspektasi kami 12,7 juta ton.
PTBA telah menandatangani kesepakatan harga jual batubara dengan PT Indonesia Power untuk pasokan 2010 ke PLTU Suralaya sebesar Rp685 ribu/ton dengan total 5,5 juta ton. Upaya meningkatkan efisiensi melalui pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim sejak April 2009 dengan target operasi pada kuartal dua 2011.
Sementara pasokan ke PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan hingga saat ini masih dalam tahap negosiasi dengan PLN, dimana total volume untuk kedua PLTU tersebut sekitar 2 juta ton. Christine menambahkan, posisi neraca perseroan saat ini masih solid dengan net cash Rp4,8 trilun atau Rp2.043 per saham.
Dengan kondisi neraca yang sehat, PTBA dinilai tidak akan menemui kesulitan dalam hal pendanaan proyek ekspansinya. Return on equity (ROE) meningkat menjadi 47,8% (dari 42,6%). Sementara dengan asumsi dividen payout ratio 50%, kami memperkirakan pembayaran dividen sebesar Rp592 per saham dengan yield 3,7%, imbuhnya.
Ia pun memproyeksikan pendapatan dan laba bersih 2010 masing-masing Rp9,485 miliar dan Rp2,775 miliar. Volume penjualan PTBA pada 2010 diprediksi mencapai 15,6 juta ton atau naik 25%.
Hal ini terjadi seiring rencana peningkatan volume angkutan kereta api (11,5 juta ton), kenaikan volume produksi dari Tambang IPC (1,2 juta ton) dan volume trading batubara (1,7 ton), paparnya.
Rekomendasi positif juga diberikan pengamat pasar modal Danny Eugene. Hal ini terkait kinerja perseroan yang menunjukkan peningkatan. Ekspor ke China pun diprediksi dapat naik 63%. Buy PTBA dengan target harga mencapai Rp20.000, jelasnya.
Sementara tim riset Sucorinvest Central Gani justru merekomendasikan jual untuk emiten tambang BUMN ini. Selain laba bersih PTBA yang di bawah ekspektasi, keterlambatan pembangunan kereta api menjadi penilaian negatif unruk emiten ini. Rekomendasi jual untuk PTBA, ungkapnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !