Senin, 28 Mei 2012 | 23:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Misbakhun: Saya Dipaksa Hidup Dalam Imajinasi
Headline
istimewa
Oleh: Mevi Linawati
web - Rabu, 10 Maret 2010 | 16:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Anggota Fraksi PKS Misbakhun menegaskan kalau Letter of Credit (LC) miliknya tidaklah fiktif. Untuk itu dia meminta semua pihak agar tidak memaksanya berimajinasi kalau dirinya bersalah.

"Belum apa-apa blow-up-nya luar biasa. Dan menurut masyarakat saya bermasalah. Saya dan masyarakat dipaksa menerima imajinasi salah sebagai bentuk barter," ujar Misbakhun dalam diskusi 'Benang kusut pasca Angket Century' di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/3).

Menurut dia, pihak bank sudah menyatakan dengan jelas bahwa LC-nya tidak fiktif begitu juga dengan perusahannya PT Selalang. Misbakhun menambahkan, ketika kemudian bergeser bahwa restrukturisasi LC bermasalah bisa ditanyakan kepada BPK.

"LC itu dikeluarkan bank untuk membayar sesuatu yaitu dari bank ke bank. Perusahan yang saya miliki berbisnis dengan bank lain dan tidak ada masalah," kilah dia.

Menurut dia, ketika kemudian presiden menyatakan menindak LC bodong itu tidak terkait dirinya. Bahkan kata dia sudah dilansir kepolisian bahwa dalam ada 10 LC yang bermasalah sebanyak 4 LC yang fiktif.

"LC saya nggak fiktif. Tapi seakan ada imajinasi saya bersalah, LC bermasalah dan partai bermasalah. Otak kita dipaksa bermasalah. Untung otak saya masih sehat," tandas dia. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
noi
Selasa, 16 Maret 2010 | 01:03 WIB
Pak Misbakhun jangan gentar,jangan mau kalah ama Syahrukh Khan, mantab bilang: My Name Is Khun, I'm not Corruptor!
surya
Jumat, 12 Maret 2010 | 17:23 WIB
penggiringan opini memang luar biasa besar.apalagi melawan kesalahan besar maka tekanan jg akan sangat besar.santai saja boss...
joy
Jumat, 12 Maret 2010 | 12:38 WIB
Misbkahun,panggilannya apa nih..mis..mis (tar dikira amis kaya bau kasus ente) apa khun..khun..(tar dikira khuntull..jorok ah..hehe) nih ane kasih tau ya, ente nggak berimajinasi kok karna LC ente emang ada masalah, tanya polisi deh kun..tar dliatin buktinya deh..suer.. ente berani kan nanya..gih tanya gih..itu baru namanya fakta khun. Waktu pansus century, ente emang imanjinasi, bukti salahnya mana Kun?yang bilang salah kan DPR,DPR kan kumpulan parpol, jelas isinya politik khun , bukan bukti.. mending liat gih buktinya sekarang ke polisi, ntar kl liatnya pas pengadilan ente malah pingsan..nyusahin orang lagi deh..hihi.
cicing
Rabu, 10 Maret 2010 | 16:28 WIB
itu karma kali boss, sampeyan jg memaksa masyarakat hidup dalam imajinasi bahwa bailout century itu salah.... gak usah ngeles aja
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.