INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (10/3), naik 13,05 poin (0,49%) ke 2.670,2. Pelaku pasar masih bergerak dalam bayangan bursa regional.
Kenaikan IHSG diiringi dengan 131 saham naik, 63 saham turun, dan 80 saham stagnan. Untuk nilai transaksi perdagangan pada penutupan hari ini mencapai Rp3,21 triliun dan volume perdagangan 3.866.861.984.
JII yang pada awal perdagangan di zona merah, beralih ke zona hijau sejak sesi II dengan naik 1,78 poin ke 435,64 dan LQ45 naik 2,18 poin ke 522,53.
Menurut pengamat pasar modal Edwin Sinaga, penguatan indeks terjadi karena faktor tehnikal, ditambah penguatan rupiah yang terjadi hari ini serta stabilnya bursa regional. "Kita leading ya di bursa regional dengan naik 0,49%, lainnya dibawah itu," ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, Rabu sore.
Sementara untuk penguatan rupiah, Edwin menyatakan, merupakan faktor pendongkrak terbesar karena investor asing melihatnya sebagai peluang. "Penguatan rupiah itu diamini oleh investor asing," ujarnya.
Selain itu, stabilnya keadaan politik dan ekonomi Indonesia juga memberi sentimen yang cukup bagi transaksi di lantai bursa hari ini. "Penangkapan teroris justru sentimen positif bagi investor," ujarnya.
Saham-saham yang menopang indeks antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 700 ke 12.600, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 650 ke 13.900, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 490 ke 2.450, saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) naik 300 ke 14.000, saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik 200 ke 7.800, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 125 ke 3.925, dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 100 ke 16.100.
Untuk saham-saham yang melemah anatara lain, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 400 ke 24.950, saham PT Merck Tbk (MERK) turun 400 ke 74.600, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 300 ke 39.950, saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun 200 ke 5.100, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 150 ke 8.600. [mre/cms]