INILAH.COM, Jakarta - Tersangka teroris yang tewas dalam serangan di sebuah warnet di Pamulang, Dulmatin, diduga beristri lebih dari satu.
Dulmatin dipastikan tewas dalam serangan oleh Tim Densus 88 di sebuah warnet di Pamulang. Dulmatin dikenal sebagai tokoh perakit bom dan pemasok senjata bagi pelatihan teroris di Aceh.
Diduga, Dulmatin memiliki istri lebih dari satu. Dugaan ini muncul setelah adanya pengakuan seorang wanita yang bernama Istiadah.
Wanita itu diidentifikasi sebagai istri Dulmatin. Saat ini, Istiadah tinggal di Dusun Tulakan, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Istiadah sebelumnya tinggal bersama Dulmatin di Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Dari Dulmatin, Istiadah melahirkan enam anak. Salah satunya dilahirkan di Mindanao, Filipina.
Tapi, dalam arsip pernikahan mereka, Istiadah menikah dengan seorang pria bernama Ammar Usman tahun 1995. ''Pernikahan tersebut tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pemalang," kata Marzuki, Kepala Kelurahan Polokarto.
Sementara, seorang wanita lagi sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Diduga dia adalah istri kedua Dulmatin karena tinggal selama beberapa bulan bersama Dulmatin di kontrakannya, di kawasan Vila Dago, Pamulang.
Beberapa tetangga di Pamulang, yang mengenal Dulmatin sebagai Yahya Ibrahim, mengakui bahwa Dulmatin tingga bersama seorang wanita.
Sehari-hari, wanita itu menggunakan cadar. ''Dia jarang keluar,'' kata seorang tetangga.[*/ims]