INILAH.COM, Jakarta IHSG berhasil menembus level psikologis 2.667, didukung saham barang konsumsi. Namun, menjelang penutupan penguatan indeks terhambat oleh koreksi saham grup Astra. Pada perdagangan Rabu (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

ditutup menguat 13,052 poin (0,49%) ke level 2.670,219. Indeks LQ 45

juga menguat 2,183 poin (0,41%) ke level 522,533.
Setelah dibuka melemah tipis 0,04% ke level 2.656, indeks terus bergerak di teritori positif. Hal ini menyebabkan indeks pada sesi siang bertengger di angka 2.672 dan akhirnya ditutup di 2.670.
Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG hari ini menguat seiring variatifnya bursa regional Asia, menyusul bursa Wall Street yang positif. Investor tetap melakukan aksi beli, kendati ada tekanan profit taking di sesi dua. Penguatan rupiah atas dolar AS, mengindikasikan adanya aliran dana masuk,ujarnya.
Namun, penguatan bursa terbatas pelemahan harga minyak mentah yang turun 0,5% ke US$81.5/barel, koreksi pertama kali dalam tiga hari terakhir. Alhasil, saham-saham berbasis komoditas pun tersendat. Penguatan dolar AS terhadap euro, mengurangi daya tarik komoditas sebagai alternatif investasi,paparnya.
Harga minyak tergelincir 0,5% setelah euro melemah di tengah kekhawatiran bahwa krisis keuangan Yunani akan memicu default utang negara-negara Eropa lainnya. Harga juga jatuh terkait ramalan bahwa laporan pemerintah AS hari ini akan menunjukkan peningkatan pasokan minyak AS minggu lalu.
Hampir semua sektor menguat, kecuali sektor aneka industri, perkebunan dan infrastruktur yang masih melemah. Sedangkan sektor barang konsumsi masih memimpin penguatan, dengan melesat 2,5%, industri dasar 1,9%, manufaktur 1,3%, perdagangan dan tambang 0,5%, proeperti 0,3% dan finansial 0,04%.
Saham barang konsumsi yang menguat antara lain Unilever (
UNVR) naik Rp 700 ke Rp 12.600, HM Sampoerna (
HMSP) naik Rp 650 ke Rp 13.900, dan Gudang Garam (
GGRM) naik Rp 250 ke Rp 27.100,
Namun, penguatan bursa agak terhambat pelemahan saham grup Astra, seperti Astra Agro (
AALI) turun Rp 400 ke Rp 24.950, Astra International (
ASII) turun Rp 300 ke Rp 39.950,
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi 4,153 miliar lembar saham, senilai Rp 3,604 triliun dan frekuensi 91.269 kali. Sebanyak 131 saham naik, 63 saham turun dan 80 saham stagnan. Aktivitas asing mencatatkan transaksi pembelian sebesar Rp1,218 triliun dengan penjualan Rp855 miliar. Sehingga, asing membukukan transaksi beli bersih (Net Foreign Transaction) sebesar Rp362 miliar.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Sarana Menara (
TOWR) naik Rp 490 ke Rp 2.450, Goodyear (
GDYR) naik Rp 400 ke Rp 10.300, Indocement (
INTP) naik Rp 300 ke Rp 14.000, Semen Gresik (
SMGR) naik Rp 200 ke Rp 7.800.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Merck (
MERK) turun Rp 400 ke Rp 74.600, Bank Danamon (
BDMN) turun Rp 200 ke Rp 5.100, Telkom (
TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.600.
Kenaikan indeks terjadi, di tengah mixednya bursa regional Asia. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik tipis 0,74 poin (0,01%) ke level 21.208,29, indeks kospi di Seoul naik tipis 1,41 poin (0,08%) ke level 1.662,24 dan indeks Straits Times menguat 17,36 poin (0,61%) ke level 2.856,90. Sedangkan indeks Shanghai turun 20,21 poin (0,66%) ke level 3.048,93 dan indeks Nikkei 225 di Jepang turun tipis 3,73 poin (0,04%) ke level 10.563,92. [mdr]