INILAH.COM, Jakarta - Asing sempat menawarkan uang sebesar 10 juta USD jika berhasil menangkap buronan teroris Asia Tenggara, Joko Pitono alias Dulmantin. Polri membantah tertembaknya Dulmatin di Pamulang, Tangerang Selatan, karena iming-iming duit tersebut.
"Tentunya masalah ini kita tidak bekerja berdasarkan ini (reward) tapi hakikat ancaman yang kita hadapi dan mereka merupakan satu sindikat dan kita lakukan tindakan kepolisian dan alhamdulillah semuanya berhasil," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/3).
Kepolisan juga tak mau mengaitkan tewas Dulmatin dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Usaha keras polisi untuk menumpas terorisme dianggap sebagian tugas mengabdi bangsa dan negara.
"Tidak ada kaitannya dengan janji mau diberikan apapun pada kita karena ini pangilan tugas," pungkasnya. [bar]