INILAH.COM, Blitar - Dua desa yaitu, Jingglong dan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar diporak-porandakan bencana puting beliung. Meski tidak ada korban jiwa, namun belasan rumah, puluhan hektar tanaman padi serta tebu rusak.
Novi (25), warga Desa Jingglong mengatakan, kepulan awan hitam yang diteruskan dengan hujan deras menyebabkan terjadinya puting beliung. "Banyak pohon tumbang, serta lahan tebu dan sawah yang rusak," ujar Novi, Rabu (10/3/2010).
Angin berputar itu ke barat dan merusak bangunan rumah milik Katmidi (45), karena tertimpa pohon Sengon dengan diameter sekitar 40 cm. Atap teras, ruang tamu dan ruang tengah.
Katmidi yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di Kecamatan Sutojayan mengaku, sudah melaporkan kerusakan yang dialami warganya ke kelurahan dan kecamatan.
Rumah Sri Lestari (40) juga tidak luput dari puting beliung. Bagian belakang rumahnya yaitu dapur juga rusak, tertimpa pohon yang ambruk.Begitu juga atap kandang ternak milik warga, banyak yang rusak diterjang angin puting beliung tersebut.
Sementara di Desa Sukorejo, angin puting beliung merusak puluhan hektar lahan sawah dan kebun tebu. Akibatnya tanaman padi dan tebu milik warga rusak, terancam gagal panen.
Di Desa Jingglong ini sedikitnya ada 2 rumah rusak, 1 Mushala dan beberapa kandang ternak milik warga, serta belasan pohon tumbang diterjang.
Terpisah Kabag Humas Totok Subihandono mengatakan, saat ini Bakesbanglinmas sedang melakukan pendataan ke lokasi, mengenai kerusakan dan total kerugian yang dialami warga. "Tidak ada korban luka maupun jiwa. Sementara kerugian materiil diperkirakan tidak lebih dari Rp 50 juta," ujar Totok. [beritajatim.com/bar]