INILAH.COM, Jakarta - Anggota Fraksi PKS Misbakhun mengaku tidak pernah menjadi korban dari konspirasi apapun. Baik itu L/C perusahaannya yang dipermasalahkan hingga isu barter hukum.
"Saya tidak pernah merasa menjadi korban. Siapalah saya," ujar Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/3).
Menurutnya, dirinya baru mengenyam kursi di DPR kurang lebih 6 bulan kerja. Jadi kenapa harus menjadi korban dari efek kejadian seperti Pansus Angket Bank Century untuk kemudian dijadikan alat barter.
Segala sesuatu, menurutnya ada konsekuensi dan resikonya. "Sepanjang kita berada di koridor hukum yang ada harus kita terima (resiko). Politik harus beretika tapi kebenaran dan kebenaran. Kita tidak bisa barter kebenaran," kata dia.
PKS, menurutnya adalah partai yang tegas dalam berpolitik. Menyatakan putih dengan putih dan hitam dengan hitam. "Clear semua dan proses di Pansus juga terbuka," katanya. [mvi/bar]