Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Neraca Perdagangan China Dongkrak Rupiah
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
web - Rabu, 10 Maret 2010 | 18:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penguatan indeks saham berimbas positif pada kenaikan nilai tukar rupiah di pasar uang. Membaiknya neraca perdagangan China baik ekspor maupun impor jadi katalisnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (10/3) ditutup menguat 25 poin (0,272%) terhadap dolar AS menjadi 9.165/9.175, ketimbang posisi kemarin di 9.190/9.200. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 22,5 poin (0,244%) menjadi 9.175 per dolar AS.

Zulfirman Basir, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu membaiknya neraca perdagangan China. Karena itu, rupiah menguat ke level 9.165 walaupun sempat melemah ke level 9.200, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (10/3).

Menurutnya, meski masih menunjukkan pelemahan, neraca perdagangan China ini berada di atas ekspektasi pasar. Impor mengalami kenaikan 44,7% dari ekspektasi 39,7%. Demikian pula data ekspor yang berada di 45,7% dari perkiraan 38,7%. Hal ini menambah keyakinan pasar akan pemulihan ekonomi dan peningkatan demand atas komoditas, ujarnya.

Zulfirman menilai, data impor China berpengaruh positif bagi Indonesia, terutama karena negeri Tirai Bambu ini merupakan salah satu dari top five mitra dagang Indonesia. Peningkatan impor China menunjukkan naiknya ekspor Indonesia ke China, berlanjut pada derasnya capital inflow yang masuk ke pasar domestik.

Dengan peningkatan demand terhadap mata uang RI ini, imbuhnya, nilai tukar rupiah pun menguat. Di sisi lain, cadangan devisa yang masuk ke Indonesia pun naik. Sebab, eksportir, mau tidak mau harus membawa dolarnya ke dalam negeri, paparnya.

Sentimen penguatan rupiah juga berasal dari apresiasi indeks saham. IHSG ^JKSE hari ini ditutup naik 13,05 poin (0,49%) menjadi 2.670,22. Hal ini menandakan masih derasnya arus capital inflow di pasar domestik. Akibatnya, secara umum tren pergerakan rupiah menguat, timpalnya.

Lebih jauh dikatakan, Indonesia masih menjadi incaran asing untuk menanamkan modalnya. Selain prospek ekonomi yang sangat bagus, didukung pemerintah Indonesia yang sangat welcome terhadap investor asing. Penggerebegan teroris belakangan ini juga mengikis risiko invetasi di Tanah Air, pungkasnya.

Kondisi ini mengurangi tekanan rupiah atas penguatan dolar AS terhadap mata uang utama. Sebab, positifnya data China memicu peningkatan demand terhadap komoditas dan meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi. Rupiah pun menguat. Padahal, dolar AS sendiri menguat terhadap euro ke level US$1,358, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.405 terhadap dolar Australia, di angka 12.495 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.568 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.

Hanya empat mata uang yang melemah. Yen Jepang turun 0,42% menjadi 90.350, dolar Hong Kong melandai 0,0090% ke level 7.759, dolar Australia susut 0,27% ke angka 0.916, dolar New Zealand tertekan 0,47% terhadap dolar AS ke posisi 0.706. Selebihnya, mata uang kawasan menguat.

Dolar Singapura naik 0,12% menjadi 1.398, dolar Taiwan terangkat 0,29% ke level 31.743, won Korsel terapresiasi 0,33% ke angka 1.130, peso Filipina terdongkrak 0,24% ke posisi 45.650, rupee India menanjak 0,48% menjadi 45.416, yuan China siuman 0,0051% ke level 6.826, ringgit Malaysia terkerek naik 0,63% ke angka 3.321, dan baht Thailand menggeliat 0,25% ke posisi 32.665 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.