Minggu, 27 Mei 2012 | 16:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Antisipasi 'Profit Taking' Saham Unggulan
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 06:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transaksi Kamis (11/3) berpeluang menguat meski terbatas. Jual saham blue chip seperti ASII, BUMI, TLKM, PGAS dan BBRI.

Analis pasar modal Lautan Dana Sekurindo Muhammad Sugiarto memprediksikan, IHSG hari ini masih berpotensi menguat. Namun, karena penguatan ini sudah berlangsung cukup lama, ada potensi koreksi di bursa. Hal ini membuat apresiasi bursa terbatas, katanya kepada INILAH.COM, Rabu (10/3) petang.

Investor, terutama asing, yang selama ini mengakumulasi saham-saham unggulan, menunggu bursa menyentuh level resistannya. Momen ini akan dimanfaatkan untuk melakukan aksi ambil untung. Sebab di antara bursa kawasan, penguatan di bursa Indonesia memang paling lambat, ulasnya.

Pasar juga mengantisipasi laporan emiten yang diekspektasikan membaik, seiring pemulihan ekonomi dunia maupun Indonesia tahun ini. Ekspektasi kinerja kembali meningkat, bahkan untuk sektor perkebunan dan tambang energi batubara, yang sempat tertekan harga komoditas. Membaiknya sektor komoditas, terutama CPO, sudah terlihat sejak tahun lalu, ketika terjadi peningkatan produksi minyak kelapa sawit, paparnya.

Namun penguatan rupiah masih akan menekan nilai ekspor. Beberapa sektor pun akan terimbas sentimen negatifnya. Namun, pelemahan ini tidak signifikan, sebab secara umum laporan kinerja emiten pada 2009 membaik. Pada jangka menengah panjang, tren IHSG masing naik, ujarnya.

Menurutnya, beberapa saham memang tak memiliki kesempatan untuk naik, seperti PT Delta Dunia Makmur (DOID). Namun, secara teknikal ada peluang untuk buy on weakness. Meski tidak dalam waktu dekat ini, lanjut Sugiarto.

Ia pun menyarankan investor untuk mengantisipasi aksi profit taking pada saham unggulan. Seperti PT Astra Internasional (ASII), PT Bumi Resources (BUMI), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Gas Negara (PGAS), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Jual saham-saham yang secara teknikal sudah overbought itu, pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,052 poin (0,49%) ke level 2.670,219. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi 4,153 miliar lembar saham, senilai Rp3,604 triliun dan frekuensi 91.269 kali. Sebanyak 131 saham naik, 63 saham turun dan 80 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Sarana Menara (TOWR) naik Rp490 ke Rp2.450, PT Goodyear (GDYR) terangkat Rp 400 ke Rp 10.300, PT Indocement (INTP) menguat Rp300 ke Rp14.000, serta PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp200 ke Rp7.800.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Merck (MERK) turun Rp400 ke Rp74.600, PT Bank Danamon (BDMN) melemah Rp200 ke Rp5.100, PT Telkom (TLKM) turun Rp150 ke Rp8.600. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.