INILAH.COM, Jakarta - Tiga anggota polisi yang tewas akibat adu tembak dengan terorisme akan diberikan reward oleh kepolisian. Istri yang ditinggalkan akan direkomendasikan menjadi PNS.
"Saya selaku pimpinan polri beri perhatian penuh telah kami sampaikan ke keluarga anggota kami yang tewas dalam tugas," ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/3).
Salah satunya, istri dari Almarhum Brigadir Boas Woisiri yang akan direkomendasikan oleh kepolisian untuk menjadi pegawai negeri sipil. "Lebih khusus pada istrinya karena punya kemampuan dan berlatar belakang sarjana ekonomi dan dalam posisi mengandung 2 bulan, istrinya minta dapat kesempatan kerja dan tadi sudah kami sampaikan saya berikan kesanggupan dan saya putuskan untuk segera jadi PNS, sehingga yang bersangkutan nantinya kelak dapat kesempatan untuk besarkan putra-putranya. Saya juga beri beasiswa sampai perguruan tinggi," kata Kapolri.
Selain itu, kedua anggota kepolisian yang tewas lainnya yakni Almarhum Brigadir Darmansyah dan Almarhum Brigadir Sri Hendra Kusuma Malao sempat berpesan agar adiknya bisa menjadi anggota polisi. Dalam hal ini, kapolri menyambut baik dengan memberi kesempatan untuk adiknya yang ingin menjadi bagian dari kepolisian.
"Dan juga pada Darmansyah, yang sebelum meninggal beri pesan bahwa untuk adik bungsunya kalo bisa jadi polri, pada waktunya pendaftaran, saya berikan apapun kelebihan dan kekurangannya, berikan kesempatan untuk jadi anggota polri. Begitu juga adik dari Sri Hendra Kusuma Malao, apabila berkenan, juga diberi kesempatan yang sama," imbuhnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !