inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Ditopang Sentimen Market

Target BUMI Rp4.325 Akhir 2010

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 11 Maret 2010 | 09:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (11/3) diprediksi menguat seiring positifnya sentimen market. Tutup buku pajak akhir Maret siap mendongkrak BUMI. Strong buy!
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan, terbukanya peluang penguatan saham BUMI hari ini salah satunya karena positifnya sentimen market. Menurutnya, market secara umum masih berpeluang bergerak positif. Meski indeks sudah empat hari menguat, tidak ada kekhawatiran melemah.
Sebab, Maret ini menjelang tahun penutupan buku pajak. Hal ini memicu saham bergerak atraktif termasuk BUMI. Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.550 dan Rp2.375 sebagai level support-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (10/3) petang.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1%) menjadi Rp2.475 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.500. Harga tertingginya mencapai Rp2.500 dan terendah Rp2.450. Volume transaksi mencapai 54,1 juta unit saham senilai Rp133,9 miliar dan frekuensi 2.455 kali.
Willy menambahkan, beberapa emiten akan melaporkan jumlah dana yang dialokasikan untuk membayar pajak. Hal ini terjadi setiap tahun. Menurutnya, semakin besar pembayaran pajak suatu emiten, menandakan semakin besar pula potensi pendapatan korporasinya. Sehingga, laporan pajak berpengaruh positif pada emiten bersangkutan, ujarnya.
Hal serupa akan terjadi dengan BUMI. Menurutnya, kisruh pajak BUMI yang masih diproses saat ini tidak akan menjadi halangan untuk menguat. Hal itu, hanya ulah dari orang yang tidak suka terhadap emiten ini.
Sebuah perusahaan terbuka tidak mungkin melakukan tindakan ceroboh penggelapan pajak, tandasnya. Kecuali, jika BUMI merupakan perusahaan tertutup. Alhasil, tuduhan penggelapan pajak hanya dicari-cari.
Di sisi lain, pelemahan saham BUMI kemarin merupakan koreksi teknis sementara untuk melanjutkan penguatan kembali hari ini. Buktinya, tertekannya saham BUMI tidak didukung volume transaksi yang besar. Memang penguatan suatu saham yang sudah berlangsung lama harus mengalam koreksi, ucapnya.
Willy meyakini, tidak mungkin suatu saham meroket terus. Kecuali, jika saham tersebut masuk dalam katagori gorengan. Jika saham berfundamental baik seperti BUMI, harus ada koreksi untuk kembali ke atas, tuturnya.
Penguatan BUMI juga masih didukung roadshow manajemen perseroan ke AS, Eropa, dan Jepang. Apalagi, dari sisi grupnya, saham-saham The Seven Brothers sudah melaju atraktif. Salah satunya adalah PT Bakrieland Development (ELTY) yang naik 2% ke level Rp255, paparnya.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia saat ini sangat tinggi di level US$81 per barel. Begitu juga dengan harga batubara Newcastle di level US$94,83 per metrik ton. Kedua komoditas ini masih kuat menopang penguatan BUMI.
Apalagi, saat ini adalah momentum menjelang laporan keuangan. BUMI sendiri dikabarkan akan melaporkan kinerja full year 2009 pada akhir Maret ini atau awal April mendatang, ungkapnya.
Pada saat yang sama, net buy asing sendiri masih positif bagi market. Sehingga, secara keseluruhan masih menggembirakan. Apalagi, bursa di negara manapun saat ini dalam posisi bullish.
Willy merekomendasikan strong buy untuk BUMI. Saya targetkan Rp2.725 hingga akhir Maret ini, Rp3.200 hingga pertengahan tahun, dan Rp4.325 hingga akhir 2010, pungkasnya. [mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Warren Buffet @ Kamis, 11 Maret 2010 | 10:20 WIB
Dasar perhitungan Nerecara seperti apa? target2 ini seperti main tebak2an saja, asal anda tahu bhw BUMI termasuk emiten batubara yang kurang sehat, sudah terjepit dengan hutang2 raksasa (total Rp 42 Triliun), diantaranya sejumlah Rp 19 Triliun sudah hrs mulai dibayar thn 2013,2014,2015, belum hutang lainnya. Debt to equity rationya yang 2,5 X dari modal, sudah tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan yg sehat. Saya berkeyakinan, dlm rentang waktu ini, BUMI akan right issue, jumlah lembar saham bertambah, ini hrs anda perhitungkan. Kenapa anda2 ini tidak menganalisa emiten batubara yang bagus, semacam ADRO? Laba ADRO 2009, diperkirakan sudah melewati laba BUMI, pdhal ADRO punya ratio hutang yg bagus, termasuk emiten batubara paling efisen di Indonesia. Jika convetornya beroperasi, hemat 30% biaya transportasi. Target ADRO akhir tahun, level Rp2,800-Rp 3,000 sesuai perhitungan JP morgan, masuk akal, beli simpan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.