INILAH.COM, Makassar - Mantan Wapres RI yang juga kader HMI, Jusuf Kalla menilai polisi yang menyerang Wisma HMI dan mahasiswa yang merusak fasilitas umum dan mengganggu kenyamanan warga sama-sama salah.
Hal ini diungkap Jusuf Kalla saat diwawancara wartawan usai meninjau wisma HMI Cabang Makassar di jl Boto Lempangan No 39, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Rabu (10/3). Seperti diketahui, wisma HMI ini sebelumnya mengalami dua kali serangan dan dirusak oleh polisi dan kelompok lain yang ditengarai warga sipil berbaur dengan polisi.
Persitiwa penyerangan inilah yang memicu emosi mahasiswa sehingga dalam aksi-aksi berikutnya. Mahasiswa kemudian menjadi pos-pos polisi dan traffick light serta marka-marka jalan sebagai sasaran kemarahan.
Menurut JK, unjuk rasa tidak dilarang namun tetap harus dengan cara-cara yang lebih baik, cara-cara yang beretika. Tidak dengan merusak fasilitas umum di jalan dan juga tidak dengan meresahkan mahasiswa akibat pemblokiran jalan.
"Mahasiswa itu kaum terpelajar. Janganlah merusak fasilitas umum, jangan menghalangi dan merugikan masyarakat. Berunjuk rasalah sesuai substansi yang seharusnya," ujar Jusuf Kalla.
Dikatakannya, mahasiswa atau siapa saja boleh marah tapi jangan dengan merusak dan mengganggu warga. Dengan memblokir jalan, maka ekonomi tidak berjalan. [mut]