INILAH.COM, Jakarta - Buronan teroris Dulmatin yang dinyatakan tewas dalam pengerebekan di Pamulang, Tangerang, diketahui telah masuk ke Indonesia sejak dua bulan lalu. Namun Dulmatin baru benar-benar diketahui keberadaan pastinya sejak sekitar seminggu terakhir.
Menurut sumber INILAH.COM, Kamis (11/3) Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Joko Pitono, telah kembali ke Indonesia sejak awal tahun 2010. Saat itu Dulmatin kembali ke Indonesia bersama dengan Umar Patek dan Heru Kuncoro, yang dikenal sebagai orang-orang terdekat dengan Dulmatin.
Tujuan Dulmatin ke Indonesia adalah selain untuk menggalang dana bagi kegiatan mereka, dirinya juga ingin merekrut dan melatih anggota teroris yang lain.
Namun, meski sudah masuk sejak awal tahun, keberadaan Dulmatin secara pasti belum diketahui. Dirinya baru terendus saat sekitar sebulan yang lalu ketika mengikuti sebuah kegiatan keagamaan di wilayah Jakarta Pusat. Saat itu dirinya mengikuti pengajian di daerah Tanah Abang Jakarta Pusat yang dipimpin oleh salah seorang tokoh agama.
Setelah terendus di Tanah Abang, petugas langsung memperketat pencarian dan baru sekitar seminggu lalu keberadaannya di wilayah Pamulang diketahui. Setelah pasti bahwa itu Dulmatin, petugas kemudian bergerak cepat hingga akhirnya Dulmatin, gembong teroris paling dicari di Asia Tenggara, tewas dalam pengerebekan di Warnet Multi Plus, di Pamulang, Tanggerang Selatan. [mut]