INILAH.COM, Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating overweight untuk sektor batubara setelah bertemu dengan 42 investor di Kuala Lumpur, Singapore dan Hong Kong pekan lalu.
Mayoritas masih optimis dengan fundamental sektor ini, khususnya saham PT United Tractor Tbk (UNTR) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Saham laggards seperti PTBA dan Straits Asia juga mulai menarik perhatian.
"Tambang batubara lebih dipilih daripada kontraktor, namun waktu re-entry adalah kunci karena valuasi saat ini juga sudah tidak murah. Kuartal 2-2010 merupakan waktu tepat untuk re-entry," riset analis CIMB Securities Mastono Ali dalam risetnya kepada INILAH.COM, Kamis (11/3).
Kinerja UNTR pada 2010 diperkirakan masih bersinar, bahkan diperkirakan pertumbuhan laba bersih per sahamnya lebih bersinar dibandingkan bursa saham. Potensi pertumbuhan berasal dari penjualan alat berat Komatsu yang di-upgrade menjadi di atas 3.500 unit.
Produksi batu bara yang bisa digali oleh anak perusahannya, PT Pamapersada Nusantara, kontraktor pertambangan batu bara dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, bisa mencapai 73,5 juta ton.
Untuk ITMG, meskipun merevisi naik EPS dari minus 5% menjadi 23% dan menurunkan WACC menjadi 16% dari 16-20 persen, target harga naik ke level Rp 13.000 dari Rp 10.700.
Produksi batubara ITMG pada 2010 ini diprediksi mencapai 22,5 juta ton atau naik 9,67% dan penjualan batubara pun mencapai 20,7 juta ton atau naik 10,11%. Dengan mulai berproduksinya Kitadin serta Bharinto diproyeksikan produksi IMTG mencapai 25,5 juta ton pada 2011 atau naik 44,89%.
CIMB Securities Indonesia mempertahankan peringkat outperform pada saham Perusahaan Tambang Bukit Asam. Target harga Bp 21.000 dari metode NAV (net asset wilue) proyek saat ini dan rel kereta api. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !