INILAH.COM, Jakarta - Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2.645-2.690.
IHSG mencoba mencapai level tertinggi sejak krisis, namun minimnya sentimen membuat IHSG hanya mampu menguat 13,1 poin (0,5%), namun sentimen regional yang cenderung flat membuat IHSG masih rawan terhadap aksi profit taking mengingat stochastic sudah memasuki wilayah jenuh beli. Regional kembali bergerak flat to positif.
DJIA pada perdagangan kemarin ditutup menguat 3,0 poin (0,0%) dipicu oleh berita wholesales inventory yang turun 0,2% di bulan Januari setelah sebelumnya turun 1% di bulan Desember. Hal ini disebabkan tingkat penjualan yang naik 1,3%. Sementara itu persepsi pelaku pasar terhadap dolar AS semakin menguat berdasarkan survei Bloomberg yang berada di level 66,4 dari Februari yang berada di 55,7.
Selain itu persepsi terhadap pemulihan di AS naik menjadi 48,5 dari 41,3 dan pemulihan Eropa turun menjadi 41,0 dari 49,8. Pelaku pasar juga mengantisipasi kenaikan The Fed yang diperkirakan akan berada di level 0.5 pada 3Q10.
Meskipun minim sentiment IHSG masih mencoba untuk mencapai level tertinggi setelah krisis di 2.689, namun stochastic yang sudah memasuki area jenuh beli membuka peluang tekanan jual sehingga aksi ambil untung dapat dilakukan pada saham yang sudah berada di area resisten. "Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2.645-2.690," ujar Trimegah Securities, Kamis (11/3). [cms]