INILAH.COM, Jakarta Sembilan inisiator hak angket Bank Century yang berasal dari lintas fraksi dan partai politik menjadi pemicu sejarah penting dalam sejarah politik nasional.
Sembilan inisiator hak angket Century yaitu Maruarar Sirait (PDIP), Bambang Soesatyo (Partai Golkar), Andi Rahmat (PKS), Mukhamad Misbakhun (PKS), Kurdi Moekri (PPP), Lily Chadijah Wahid (PKB), Chandra Tirta Wijaya (PAN), Ahmad Muzani (Partai Gerindra) dan Akbar Faizal (Partai Hanura).
Dari gerakan mereka pula, hak angket Bank Century menjadi bola panas yang bergulir dari Senayan. Melalui gerakan politik ini pula langsung maupun tak langsung hak angket Bank century yang mulanya dicibir sebagai gerakan politik minoritas menjadi gerakan politik yang mampu membuat kedodoran banyak pihak. Bagaimana kiprahnya?
Berikut wawancara dengan salah satu inisiator hak angket Century dari PKS Mukhamad Misbakhun:
Anda sebagai salah satu inisiator hak angket Bank Century. Apa pikiran pertama ketika turut menggulirkan ide hak angket Century?
Saya ini kan hanya ingin mengangkat sebuah isu yang dalam hari itu, sebelum saya menjadi anggota DPR, isu ini menarik. Dalam artian proses bailout ini. Saya diskusi dengan kawan-kawan, proses bailout Bank Century ada yang tidak beres.
Kemudian saya dilantik menjadi anggota DPR, diskusinya adalah bagaimana DPR menjadi lembaga berkualitas. Makanya pernyataan pertama saya adalah DPR baru itu tidak punya saldo awal. Karena DPR lama tidak menyisakan saldo akhir.
DPR baru yang dibangun adalah kredibilitas. Pansus itu merupakan hak konstitusional dan dijamin. Saya berdiskusi lintas fraksi, lintas partai berusaha membangun itu dan menjelaskan ke anggota lain bahwa kita ingin kasus Bank Century diselidiki melalui hak angket, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Makanya, yang muncul di permukaan adalah mencari kebenaran. Termasuk keberadaan saya (di Bank Century) sebenarnya saya ungkap kepada teman-teman (inisiator). Itu yang kemudian menjadi benturan kepentingan. Ini yang menjadi tantangan ketika kita bicara Bank Century. Ini yang menjadi tantangan.
Dengan adanya Pansus Bank Century, publik seharusnya memiliki kebanggaan DPR baru telah memiliki citra. DPR ini harus bisa menjadi harapan publik. Proses Pansus Bank Century jelas mempengaruhi persepsi publik, karena ada perbedaan persepsi publik dari belum adanya pansus hingga pasca Pansus Bank Century. Karena Pansus dibuka terang benderang. Bayangkan, publik dengan enjoy menikmati siaran langsung sidang pansus Century yang lebih dari tujuh jam. Orang nonton bola dua jam sudah capek.
Apa yang ada dibenak Anda saat melakukan roadshow politik ke sejumlah tokoh masyarakat seperti almarhum Gus Dur, Buya Maarif, Amien Rais, Dien Syamsuddin, dan tokoh lainnya?
Yang ada di benak kita, kita ini kan anak muda yang menjadi anggota DPR baru, penuh dengan kaya ide, penuh dengan idealisme. Nah itu harus mendapat support dari tokoh-tokoh yang kita anggap mempengaruhi perjalanan bangsa ini. Ini penting karena dukungan moral ini akan lebih menguatkan idealisme dan cita-cita itu. Dengan adanya tokoh yang memberikan dukungan secara moral bahwa kita tidak jalan sendirian. Kita tidak bisa jalan tanpa dukungan tokoh bangsa itu.
Kepentingan isu ini untuk mencari kebenaran, makanya harus diangkat bersama sebagai common sense milik bangsa. Keterlibatan tokoh-tokoh ini akan menguatkan atas isu ini, termasuk dukungan publik juga semakin kuat.
Anda sebagai pemeran pengganti di Pansus Bank Century. Kadang menjadi anggota di Pansus Bank Century kadang pula Anda berada di balkon bersama para wartawan. Mengapa sampai mengikuti kasus ini sampai di balkon?
Saya ini seorang pekerja serius. Saya ingin vibrasi, nuansa, chemistry bisa saya rasakan. Saya ingin tahu apa yang terjadi, dan ingin tahu apa yang ada di pikiran teman-teman. Keseriusan saya itulah yang ingin saya tunjukkan ke orang-orang. Walaupun saya sebagai pemeran pengganti, sehingga saya tahu apa nuansa yang terjadi.
Kalau kita datang tapi tanpa mengetahui nuansa dan chemistry yang terjadi, maka tidak ada keterlibatan jiwa. Nuansa-nuansa yang ada di dalam, keterikatan itu membuat kerja kita optimal. Optimalisasi kerja ini akan menghasilkan hasil yang maksimal juga. Seperti keterlibatan saya dalam mebuat konsep dan rumus, karena saya mengetahui nuansanya dari awal.
Bagaimana dengan respons konstituen Anda dengan keterlibatan di Pansus Century?
Konstituen memiliki kebanggaan, menjadi ada rasa memiliki yang dalam, keterikatan semakin bagus, masyarakat semakin cerdas bahwa proses politik yang berjalan, menjadi anggota DPR yang memiliki kemampuan menjadi penting. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !