Minggu, 27 Mei 2012 | 00:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aksi Densus 88 Kalahkan Pamor Aksi Mahasiswa
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 09:50 WIB
berita yang disiarkan di media massa lebih banyak memberitakan drama penangkapan teroris di Pamulang dan Aceh,dibanding aksi mahasiswa terkait kasus Century.

Media massa melihat aksi penangkapan teroris dan jaringannya lebih menarik dibanding aksi demo yang makin keras dilakukan. Kejadian ini merupakan cerminan bahwa masyakat sudah bosan dengan aksi demo yang yang keras dilakukan oleh solidaritas aksi mahasiswa.

Pamor Densus 88 dan Brimob saat ini mungkin sedang berada diatas angin. Kehebatan tersebut terlihat dengan hebatnya pasukan Densus dalam baku tembak antara polisi versus teroris.

Berbalik dengan keadaan sebelumnya, aksi mahasiswa yang begitu keras dan cenderung tidak tertib menjadi headline dan berita hangat di beberapa media, terutama ketika mahasiswa mulai mengecam aksi oknum kepolisian dan menuntut Kapolda Sulselbar dan Kapolwiltasbes Makassar dicopot.

Dalam kasus Makassar, Polisi mungkin menjadi pihak yang paling disudutkan oleh Mahasiswa, meskipun keadaan di masyarakat tidak bisa dipastikan, namun cenderung masyarakat mengecam aksi mahasiswa yang anarkis dan tidak beretika.

Sekarang, pamor polisi terkhusus Densus 88 dan Brimob terlihat lebih baik, terkait dengan penggrebekan teroris di Pamulang dan Aceh, yang melihatkan aksi heroik aparat kepolisian.

Dari pandangan singkat diatas, akan dapat disimpulkan secara umum bahwa, masyarakat lebih senang dengan situasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat yang secara bersama sama memerangi terorisme yang telah menjadi musuh bersama, dan secara bersama sama pula mengontrol, mewaspadai, dan menjaga hal hal yang mengancam keamanan wilayah dan negara.

Dilain situasi, hal tersebut berbanding terbalik dengan situasi dimana masyarakat, aparat dan pihak pihak lain saling bentrok dan berujung pada anarkisme yang meresahkan mayarakat, pada kondisi itu masyarakat tidak menaruh simpati sedikitpun dengan kejadian itu dan cenderung mengecam.

Jadi, kita dapat menilai hanya dengan melihat kondisi yang ada di lapangan secara jelas, tentang apa yang masyrakat suka dan tidak suka.

Bukan bermaksud untuk men-generalisasi keadaan, dan bermaksud melemahkan aksi mahasiswa, namun itulah yang terjadi di lapangan. Rakyat butuh aman, rakyat butuh tentram, dan rakyat butuh makan. Sederhana.

kurawaastina@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
trie
Kamis, 11 Maret 2010 | 10:19 WIB
saya sangat setuju dengan berita tersebut, aksi mahasiswa akhir-akhir ini lebih banyak bersifat anarkis ketimbang mencari penyelesaian yang efektif, mayarakat sebagai mayoritas merasa terganggu dengan ekspresi dari luapan semangat mahasiswa yang negativ.dan masih banyak persoalan di negeri ini yang lebih pantas di beri perhatian ketimbang mendengarkan teriakan emosi mahasiswa.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.