INILAH.COM, Jakarta Di tengah rilisnya laporan keuangan emiten full year 2009, beberapa saham BUMN menjadi incaran. Hal ini terutama terkait dividen yang menggiurkan. Saham apa saja yang menarik? Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya merekomendasikan saham-saham pelat merah seperti PT Telekomunikasi Indonesia (
TLKM), PT Timah (
TINS) dan PT Aneka Tambang (
ANTM).
Menurutnya, selain berpotensi menguat didukung positifnya sentimen market dan kuatnya kondisi fundamental masing-masing, ketiga emiten ini menjanjikan
return yang menguntungkan. Untuk jangka menengah panjang, saham-saham ini sangat atraktif dan menarik, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (11/3).
Misalkan saja saham PT Telkom (
TLKM) yang pembagian dividennya selalu menggembirakan. Menurutnya, saham halo-halo ini sudah menciptakan level
support kuat di angka Rp8.500 dan Rp8.850 sebagai level
resistance-nya. Jika level
resistance-nya tembus, TLKM akan terus meroket, ulasnya.
Sedangkan ANTM sudah menciptakan
support di level Rp2.025 dan Rp2.225 sebagai level
resistance-nya. Begitu juga dengan TINS, yang berada di level
support-resistance yang sama dengan ANTM. Dalam jangka menengah-panjang, market akan terus
bullish. ini momentum yangbaik untuk melakukan pembelian, pungkasnya.
Senada dengan Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities. Menurutnya, untuk jangka menengah, yaitu hingga enam bulan mendatang, investasi di saham-saham BUMN unggulan sangat menjanjikan. Selain menjanjikan
return, asing biasanya masuk ke saham-saham
bluechips seperti ini, ujarnya ketika dihubungi terpisah.
Selain TLKM, saham pilihan Purwoko adalah PT Bank Mandiri (
BMRI), dan PT Perusahaan Gas Negara (
PGAS). Saham BUMN berkapitalisasi besar tersebut menjadi incaran investor beberapa hari terakhir. Ia pun menilai, meski saat ini pergerakannya tidak terlalu aktif, namun investor bisa mengakumulasi untuk jangka menengah panjang. Saya rekomendasikan
long term buy untuk ketiga saham tersebut, ujarnya.
Menurutnya, TLKM akan bergerak dalam kisaran
support-
resistance Rp8.600-8.900. Sedangkan PGAS berpeluang bergerak di kisaran
support Rp3.800 dan
resistance Rp4.000. Untuk BMRI, dalam jangka pendek atau
trading harian, berpotensi mengarah ke kevel
resistance Rp4.750 dan Rp4.550 sebagai level
support-nya, paparnya.
Sementara itu, imbuh Purwoko, saham BUMN lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) masih memiliki ruang penguatan yang cukup signifikan. Namun sayang, volume transaksi BBRI cenderung menurun. Karena itu, saham ini lebih baik di-
hold terlebih dahulu, paparnya.
Begitu juga dengan saham PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (
PTBA) dan PT Jasa Marga (
JSMR) yang masih potensial menguat. Tapi penguatan PTBA, JSMR, tidak akan sebesar BMRI, PGAS, dan TLKM yang memang menjadi perburuan utama invstor, tandasnya. [ast/mdr] [[indosat]]