INILAH.COM, Madrid - Real Madrid secara mengejutkan tersingkir dari pentas Liga Champions setelah ditahan imbang Lyon 1-1 pada leg kedua yang digelar di kandang sendiri. Madrid kalah dengan agregat 1-2.
Guti, sang kapten, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan.
Sungguh memalukan. Sekali lagi di pertandingan besar kami menunjukkan, kami tak mampu tampil lepas, ujarnya saat wawancara bersama Telemadrid.
Kami seharusnya bisa bermain lebih kompak, bukannya individulaistis. Pada babak kedua, kami tak bisa menampilkan apa yang seharusnya kami tampilkan, lanjutnya.
Mereka (Lyon) mulai berani menyerang setelah menyadari bahwa kami tidak lagi menekan seperti yang kami tampilkan sebelum pertandingan. Saat itu, kami bisa bermain sebagai tim, terang Guti.
Kini, yang bisa kami pikirkan hanya La Liga, hanya itu peluang yang tersisa, tegasnya.
Final kali ini diselenggarakan di Bernabeu, dan Madrid membuang kesempatan merebut trofi di kandang sendiri. Ketika ditanya apakah hal ini semakin menambah rasa sakit di hati para pemain, Guti hanya menjawab, Rasa sakit selalu terasa setiap kali tersingkir. Begitu juga kali ini.[boy]