Wanita AS Jihad Janedituntut atas tindakan menebar teror. Ia dituduh mendanai pembunuhan Lars Vilks, kartunis yang menggambar Nabi Muhammad dengan tubuh seekor anjing.
Colleen LaRose (46) dari Pennsburg, sebuah kota kecil di dekat Philadelphia, disebut membantu ekstrimis Muslim di Eropa untuk membunuh seorang seniman Swedia.
Ia juga disebut setuju untuk menikah dengan seorang konspirator sehingga bisa tinggal di sana dengan dirinya.
Dengan menggunakan nama samaran Fatima Rose, dia berseluncur di internet untuk membantu terorisme, berusaha merekrut pria dan wanita, dan mencari sumber pendanaan untuk operasi teror di Amerika Serikat, Eropa dan Asia, menurut dakwaan.
Jauh dari tindakan bijaksana, dia bahkan memasukkan video ke YouTube di mana dia mengatakan sangat putus asa untuk melakukan sesuatu yang berguna guna menolong mengurangi penderitaan kaum muslim.
Pejabat AS mengatakan wanita berambut pirang dan bermata hijau yang juga telah bercerai ini membual dalam sebuah email tentang kemampuannya pergi kemanapun tanpa terdeteksi dan bangga mati terbunuh untuk jihad.
Meskipun penyelidik tidak percaya bahwa dia memiliki hubungan dengan grup teror terorganisir manapun, tapi membenarkan email instruksi bulan Maret 2009 pada seseorang di Asia Selatan untuk membunuh seorang anonim berkebangsaan Swedia.
Target tersebut dipercaya adalah Lars Vilks, seorang kartunis yang kepalanya dinilai US$100 ribu (Rp 960 juta) setelah dia menggambar Nabi Muhammad dengan tubuh seekor anjing.
Empat orang wanita dan tiga orang pria ditahan di Irlandia pada Selasa (09/03) karena merencanakan serangan untuk membunuh Vilks.
LaRose bisa saja dipenjara seumur hidup dan didenda US$1 juta (Rp 9,6 miliar) jika dinyatakan bersalah.
Mantan pacar dan tetangganya mengekspresikan ketidakpercayaan atas tuntutan terhadap LaRose termasuk tuduhan konspirasi menyediakan dukungan dana bagi teroris dan mencuri paspor mantan pacarnya sehingga bisa digunakan oleh teman konspirasinya.
Meskipun demikian, beberapa tetangga yang mendeskripsikan wanita itu sebagai aneh, menambahkan bahwa dia secara berkala bicara pada kucingnya. Ia juga dinyatakan mencoba bunuh diri di tahun 2005 dengan menggunakan obat-obatan tertentu.
Kurt Gorman, mantan pacarnya, mengatakan bahwa dia tidak pernah berbicara tentang kejadian internasional tentang muslim atau apapun. Tetapi wanita itu pindah dari rumah mereka di Pennsburg tanpa memberi kabar pada bulan Agustus 2009 satu hari setelah pemakaman ayahnya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !