INILAH.COM, Manchester - Penjaga gawang Manchester United, Edwin van der Sar, mengakui jika kunci pembantaian mereka atas AC Milan adalah gol pembuka yang dicetak Wayne Rooney.
Bomber andalan timnas Inggris dan Setan Merah itu mencetak gol pertama pada leg kedua 16 besar Liga Champions itu pada menit ke 13 di Old Trafford. Selanjutnya, tiga gol menyusul, satu lagi dari Rooney, tanpa mampu dibalas sebiji pun oleh Milan. MU unggul 7-2 secara agregat.
Berbicara kepada stasiun televisi RAI usai laga, sang penjinak bola menyatakan gol pembuka Rooney sebagai poin krusial.
Gol pertama menjadi titik balik, karena setelah itu Milan harus mencetak tiga gol di Old Trafford, dan itu sangat sulit, tegas kiper Belanda itu.
Kami sangat disiplin, di pertahanan maupun lini depan. Milan memiliki beberapa peluang di babak pertama, jadi kami senang bisa lolos ke babak berikutnya, lanjut Van der Sar.
Kami sempat membicarakan Milan, tetapi pelatih bilang, yang lebih penting adalah gaya bermain kami. Kami harus tetap mempertahankan tempo cepat hingga 15 menit pertama,
Kiper veteran itu juga mengatakan Manchester United tidak merasa kehilangan Cristiano Ronaldo, karena sudah ada Rooney yang menggantikan tugasnya.
Kami bermain berbeda sekarang. Milan juga kehilangan Kaka, pemain lain yang juga luar biasa, tetapi Rooney bermain jauh lebih baik dari musim lalu dan mencetak gol melawan Milan, sambungnya.
Ia bahkan bisa mencetak tiga gol lewat sundulan dalam dua pertandingan meski tak terlalu tinggi. Jadi masalah timing juga penting. Rooney punya karakteristik yang khas, puji sang penjinak bola.
Saya pernah bermain bersama Zinedine Zidane, Pippo Inzaghi, dan Ronaldo, tetapi Rooney memiliki semangat yang sangat besar untuk bermain sepak bola dan ingin melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan, tutupnya.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !